Berita Klaten Terbaru

Kisah Jati, Pemuda Klaten Coba Peruntungan Isi Kursi Perangkat Desa Lagi, Pernah Gagal di 2018

Pernah gagal tak membuat asa dari Jati,pemuda 27 tahun asal Klaten, meredup. Dia tetap bertekad mendaftar sebagai calon perangkat desa untuk keduakali

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Suasana Polres Klaten dipenuhi generasi milenial mengurus SKCK sebagai syarat pendaftaran calon perangkat desa di Klaten, Senin (1/8/2022). Salah satu pendaftar yakni Jati (27) dari Desa Barepan, Cawas, Klaten mengaku sudah kali kedua mendaftar sebagai calon perangkat desa. Pada tahun 2018 silam, dirinya belum beruntung. 

“Saya tertarik untuk ikut kembali menjalani tes seleksi perangkat desa, meski pada 2018 pernah mengikuti tetapi belum beruntung," ungkap Jati, kepada TribunSolo.com, Senin (1/8/2022).

"Nantinya ini akan menjadi pengalaman saya untuk kedua kalinya. Sampai saat ini saya terus mencari informasi (posisi) lowongan yang akan dibuka,” jelas pemuda berusia 27 tahun itu. 

Dari informasi yang didapatkan, sebenarnya di Desa Barepan terdapat kekosongan satu perangkat desa yakni kepala dusun (Kadus). 

Meski ada kekosongan di desa tempat dia tinggal, Jati justru lebih tertarik untuk mendaftar pengisian perangkat desa di desa lainnya.

Seperti yang diketahui, Desa Kedungampel dan Tirtomarto di Kecamatan Cawas juga terdapat kekosongan perangkat desa. 

“Kan tidak harus sesuai domisili di KTP, di luar desa juga boleh. Seperti di Desa Kedungampel dan Tirtomarto itu juga banyak yang kosong. Saat ini berbagai persyaratan sedang saya siapkan,” tandasnya.

Bupati Klaten Ingin Calon Perangkat Desa Tak Sekedar Pintar IT

Kabupaten Klaten membuka lowongan kerja sebanyak 440 kursi untuk mengisi perangkat desa yang mengalami kekosongan. 

Adapun posisi kosong tersebut meliputi kepala seksi (Kasi) hingga sekretaris desa (Sekdes), yang tersebar di 273 desa dari 26 kecamatan. 

Rencananya pendaftaran akan mulai dibuka pada awal Agustus untuk seleksi penerimaan perangkat desa itu. 

Baca juga: Upacara Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten, Ada Suguhan Dawet hingga Tarian Khas untuk 4000 Undangan

Baca juga: Kasus Covid-19 Alami Tren Kenaikan, Pemkab Klaten Target Booster Capai 40 Persen Sebelum Agustus

“Intinya di pemerintahan membutuhkan anak muda, tetapi tidak hanya sekadar pintar IT saja. Tapi punya wawasan terkait desanya yang luas maupun peta desa," ujar Bupati Klaten Sri Mulyani, kepada TribunSolo.com, Selasa (26/7/2022). 

"Jadi bukan cuma pinter dan punya wawasan luas tapi juga memiliki unggah-ungguh (sopan santun),” tegas Sri Mulyani. 

Menurutnya sikap menghargai orang lain itu penting, karena menjadi perangkat desa tak cukup dengan pintar saja. 

Seorang perangkat desa juga harus bisa memupuk kedekatan dengan masyarakat. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved