Berita Solo Terbaru
Kasus Covid-19 Kembali Ditemukan di SD Kanisius Keprabon 2 Solo, Tapi SD Negeri Masih 0 Kasus
Meski kasus Covid-19 kembali ditemukan di SD Kanisius Keprabon 2 Solo, ternyata beberapa SD Negeri masih tercatat memiliki nol kasus.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Sebanyak 1 guru dan 5 siswa di Sekolah Dasar (SD) Kanisius Keprabon 2 diidentifikasi terpapar Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa usai Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Senin (1/8/2022).
Baca juga: Penutupan TSTJ Mundur Jadi September 2022, Namun Pengerjaan Revitalisasi Tetap Berjalan
Baca juga: Kalah dari Sprinter Laos, Saptoyogo Purnomo Gagal Persembahkan Emas : Itu Belum Catatan Terbaik Saya
"SD Kanisius ada yang terpapar, satu guru dan lima siswa, untuk kelas berapa yang terpapar belum tahu," kata Teguh, kepada TribunSolo.com.
Teguh mengatakan kasus di SD Kanisius tersebut sudah ditindaklanjuti dengan tracing dan berakhir di enam kasus.
"Intinya semua sudah di tracing dan hasilnya enam orang terpapar, kalau dari mananya kita juga kurang tahu," tuturnya.
Karena terdeteksi kasus di lingkungan sekolah, Teguh mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara ketat.
Baik itu di lingkungan sekolahnya sendiri maupun di rumah.
"Ini akan menjadi ujian Kota Solo, terutama warga masyarakat harus Prokes," ungkapnya.
Baca juga: Formasi Lengkap, Ini Potret Gibran Bersama Selvi Ananda dan Dua Anaknya Nonton Para Badminton
Baca juga: Senang Lihat Gibran Naik Kuda di Opening Ceremony ASEAN Para Games XI, Jan Ethes : Bapak Keren
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan kasus Covid-19 di SD Kanisius Keprabon 2 sudah terdeteksi seminggu yang lalu.
"Kasus dari 21 Juli 2022 berawal dari satu kasus orang tua positif Covid-19 dan inisiasi sendiri swab," kata Ning, begitu ia disapa.
Dari satu anak (yang orang tuanya positif Covid-19) itu, lalu dilakukan tracing kepada 40 anak yang melakukan kontak erat.
"Dari 40 itu ditemukan 4 siswa yang terpapar dan satu guru," katanya.
Karena hasil tracing lebih dari 5 persen, Ning mengungkap sekolah tersebut sementara ini harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ning sendiri memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan diberlakukan lagi pada 8 Agustus mendatang.
"Kalau dibawah lima persen hanya PJJ lima hari, tapi ini lebih dari lima persen maka dilakukan PJJ," jelasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-murid-sd.jpg)