Polisi Tembak Polisi

Mahfud MD Bongkar Drama Ferdy Sambo hingga Banyak yang Percaya, Menangis Mengaku Dizalimi

Mahfud MD membongkar drama yang dibuat Irjen Pol Ferdy Sambo, untuk membuat orang percaya skenarionya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
kolase Tribunnews.com/Instagram@divpropampolri
Kolase foto Irjen Ferdy Sambo. Mahfud MD bongkar skenario melankolis Ferdy Sambo soal penembakan Brigadir J. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sampai kini kasus penembakan Brigadir J masih penuh teka-teki.

Kemudian terkuak skenario pembunuhan Brigadir J ternyata dibumbui drama melankolis agar banyak orang percaya. 

Bagaimana drama pembunuhan itu berjalan disampaikan oleh Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas, Mahfud MD.

Mahfud MD membongkar drama yang dibuat Irjen Pol Ferdy Sambo, untuk membuat orang percaya skenarionya.

Baca juga: Kamaruddin Duga Brigadir J Bocorkan Soal Si Cantik ke Putri Candrawathi, Jadi Alasan Penembakan

Dia mengatakan, sebelum rilis peristiwa kematian Brigadir J, ada adegan Ferdy Sambo menangis-nangis di ruang kerjanya.

Mabes Polri pada mulanya merilis Brigadir J meninggal, dengan skenario baku tembak, pada Senin (11/7/2022) sore.

Kompolnas saat itu sampai percaya pada skenario Ferdy Sambo, paling tidak Benny Mamoto, Ketua Harian Kompolnas.

"Memang dibohongi. Ada skenario drama melankolis," ungkap Mahfud MD, pada program Indonesia Lawyers Club, Senin (15/8/2022). 

Lanjut Mahfud MD, sebelum diumumkan meninggalnya Brigadir J, Ferdy Sambo memanggil sejumlah orang.

"Pada hari Senin sebelum peristiwa diumumkan, Pak Sambo memanggil beberapa orang, termasuk dari Kompolnas, satu orang dipanggil," ungkap Mahfud MD.

Ketika wakil Kompolnas datang, Ferdy Sambo hanya menangis sambil teriak-teriak.

"Saya ini dizolimi, istri saya dilecehkan. Dia terus nangis gitu, tidak menjelaskan hal lain," kata Mahfud MD, yang telah mengorek keterangan dari wakil Kompolnas yang hadir saat itu.

 Tak hanya dari Kompolnas yang dipanggil Ferdy Sambo untuk bisa melihat tangisannya.

Baca juga: Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Ingin Mendiang Brigadir J Dijadikan Pahlawan Kepolisian oleh Jokowi

"Setidaknya ada lima orang. Diciptakan prakondisi, agar orang percaya dengan kondisi itu (baku tembak dan pelecehan)," kata Mahfud MD.

Dirinya juga telah meminta keterangan dari lima orang yang kala itu dipanggil Ferdy Sambo.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved