Polisi Tembak Polisi

Mahfud MD Bongkar Drama Ferdy Sambo hingga Banyak yang Percaya, Menangis Mengaku Dizalimi

Mahfud MD membongkar drama yang dibuat Irjen Pol Ferdy Sambo, untuk membuat orang percaya skenarionya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
kolase Tribunnews.com/Instagram@divpropampolri
Kolase foto Irjen Ferdy Sambo. Mahfud MD bongkar skenario melankolis Ferdy Sambo soal penembakan Brigadir J. 

"Saya sudah cek pada semua orang yang dipanggil. Kalimatnya sama, cuma nangis mondar-mandir di meja," jelas Mahfud.

Selain itu, ada kalimat juga yang dilontarkan Ferdy Sambo agar orang percaya kepadanya.

"Kalau saya ada di situ saya tembak sendiri sampai mati lebih parah," kata Mahfud MD, mengutip teriakan Sambo yang dia dapat dari orang-orang yang datang menemuinya.

Sejak itu, ujarnya, akhirnya semakin kuat kesimpulannya bahwa yang terjadi bukan baku tembak di antara ajudan.

"Kompolnas akhirnya saya minta menarik diri dari (skenario) tembak menembak. Tidak ada tembak menembak, yang ada adalah penembakan," jelasnya.

Beberapa hari belakangan, terkuak jika yang terjadi di rumah dinas itu bukan baku tembak seperti cerita pertama yang disampaikan oleh polisi.

Peristiwa sebenarnya adalah pembunuhan berencana, dengan otak pelaku utama adalah Irjen Pol Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi dan Brigadir J
Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi dan Brigadir J (Kolase Tribunnews)

Uang Brigadir J Rp 200 Juta Dikuras dari Rekening

Pengacara keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan fakta baru.

Ia menyebut rekening kliennya Brigadir J senilai Rp 200 juta dikuras Irjen Ferdy Sambo Cs.

Uang tersebut ditransfer ke tersangka pembunuhan berencana.

Siapa tersangkanya, Kamaruddin enggan menyebutkan. Ia menyerahkan kepada penyidik untuk mengungkapnya.

"Saya minta libatkan PPATK, mengapa ada transaksi, sedangkan orangnya sudah mati. Transaksinya tanggal 12 Juli 2022, ada tranfer mengirim duit ke rekening salah satu tersangka Rp 200 juta," beber Kamaruddin, Senin 15 Agustus 2022.

Baca juga: Brigadir J Seharusnya Diwisuda pada 23 Agustus, Sang Ayah Ingin Hadir Namun Bingung Tak Punya Biaya

Selain ATM Brigadir J dicuri, Kamaruddin juga mengungkapkan, kelompok Sambo Cs mencuri laptop dan handphone.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved