Berita Karanganyar Terbaru
Perbaikan Jembatan Jurug Solo, Jalan Tasikmadu-Kebakkramat Jadi Jalur Alternatif ke Karanganyar
Selama perbaikan Jembatan Jurug Solo, para wisatawan yang hendak menuju ke Karanganyar disarankan melalui jalur alternatif yaitu Tasikmadu-Kebakkramat
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Jalan Tasikmadu-Kebakkramat bakal menjadi salah jalan alternatif menuju ke Kabupaten Karanganyar selama perbaikan Jembatan Jurug dilakukan.
Pasalnya jalan Tasikmadu-Kebakkramat telah selesai direhab dan diperlebar oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Anggota DPRD Karanganyar, Karwadi menyarankan Pemkab Karanganyar segera melakukan sosialisasi terkait jalur-jalur alternatif agar pengguna jalan bisa terhindar dari kemacetan.
Baca juga: Viral Aksi Guru Karanganyar Bersihkan Rambut Murid Penuh Kutu : Tak Ada Bullying dari Teman Sekolah
Baca juga: Disparpora Khawatirkan Perbaikan Jembatan Jurug Solo Bakal Turunkan Kunjungan Wisata di Karanganyar
"Jalan Kebakkramat-Tasikmadu sudah selesai rehab, ruasnya juga diperlebar. Ini menunjukkan, tak perlu khawatir macet di Jurug," ucap Karwadi kepada TribunSolo.com, Kamis (1/9/2022).
Karwadi meminta para wisatawan yang sudah terlanjur memesan tiket di berbagai obyek wisata di Karanganyar, untuk tak berubah pikiran hanya gara-gara takut terjebak macet.
Pria yang juga penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karanganyar itu tak memungkiri dampak dari perbaikan Jembatan Jurug akan berdampak pada penurunan geliat pariwisata di Karanganyar, khususnya Tawangmangu.
Meskipun begitu, dia menjelaskan bahwa penurunannya tak signifikan.
"Tawangmangu tetap masih menjadi favorit, orang-orang nyari hawa sejuk di sana, nggak ada duanya Tawangmangu itu, silakan pakai rute alternatif dengan lewat tol," ujar Karwadi.
Sebagai informasi, jalan Tasikmadu-Kebakkramat kini dapat dilalui mobil, bus dan truk dari arah barat ke Karanganyar, disarankan lewat tol supaya menghindari macet.
Wisatawan dapat keluar dari exit tol Kemiri Kebakkramat lalu lewat jalur utama Kebakkramat-Tasikmadu.
Baca juga: Begini Rekayasa Lalu Lintas dari Karanganyar ke Solo saat Proyek Renovasi Jembatan Jurug Dimulai
Baca juga: 5 Kafe Unik di Colomadu Karanganyar, Nyaman Buat Nongkrong dan Instagramable
Rute ini memang berkonsekuensi menambah ongkos perjalanan terkait pembayaran jasa tol.
Namun lebih hemat waktu dan BBM.
Perjalanan pun lebih bebas macet dibandingkan lewat ruas jalan beririsan di Jembatan Jurug.
Diprediksi, panjangnya antrean kendaraan di ruas beririsan itu bakal membuat macet dan membuang waktu.
Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan pembangunan Jalan Kebakkramat-Tasikmadu yang sumbernya dari Bankeuprov senilai Rp9,5 miliar itu selesai tahun ini.
Dia menuturkan prioritas pengerjaan di ruas tersebut karena merupakan jalan strategis menuju exit tol Karanganyar di Kebakkramat.
"Sekarang jalan tersebut sudah mulai ramai, bus-bus besar sudah lewat jalan itu, karena akses untuk ke Karanganyar dari pintu tol yang paling strategis ya jalan itu," singkat Juliyatmono.
Perbaikan Jembatan Jurug Solo Dikhawatirkan Turunkan Kunjungan Wisata di Karanganyar
Perbaikan jembatan Jurug B Solo diprediksi akan berdampak pada pariwisata di Kabupaten Karanganyar.
Dampak yang dimaksud yaitu menurunnya kunjungan wisata ke wisata di Karanganyar.
Pasalnya perbaikan itu menutup akses utama jalan milik provinsi dari Solo ke Karanganyar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Karanganyar, Agung Tjahjo Nugroho mengatakan perbaikan jembatan Jurug dipastikan menimbulkan ekses geliat wisata di Karanganyar.
Baca juga: Begini Rekayasa Lalu Lintas dari Karanganyar ke Solo saat Proyek Renovasi Jembatan Jurug Dimulai
Baca juga: Profil SMP Al Azhar di Karanganyar, Tempat Putri Kembar Irfan Hakim Mondok: Baru Setahun Berdiri
"Wisatawan dari luar kota, tahunya ke Karanganyar lewat jembatan Jurug. Nah, sebelum mulai ditutup jembatannya, harus diberi informasi rute-rute yang bisa dilewati," kata Agung kepada TribunSolo.com, Jum'at (26/8/2022).
Agung memastikan semua destinasi wisata di Karanganyar siap menyambut wisatawan selama perbaikan Jembatan Jurug.
Dia mengatakan wisatawan potensial beralih destinasi selain Karanganyar jika akses jalan sulit.
Ia meminta para pelaku wisata aktif menguatkan komunikasi ke biro-biro perjalanan.
Seperti membuat promo-promo atau event agar menarik kunjungan.
"Berilah pengertian bahwa akses lalu lintas bukan penghalang utama berlibur ke Karanganyar, jalur alternatif tetap bisa dilewati, beri info jam-jam yang tidak sibuk supaya melintas di jalur alternatif," katanya.
Dia mengatakan pihaknya segera mengumpulkan para stakeholder pariwisata guna membahas solusi terbaik problem aksesibilitas lalu lintas.
Baca juga: Anggaran Penanganan Bencana di Karanganyar Hanya Rp 200 Juta, BPBD : Padahal Banyak Lokasi Rawan
Baca juga: Harga Telur Ayam di Karanganyar Sudah Tembus Rp 30 Ribu/Kg, Padahal Biasanya Hanya Rp 20 Ribu/Kg
Berdasarkan catatan Disparbud, terjadi penurunan kunjungan sampai 50 persen pada 2020.
Penurunan makin kritis sampai 62 persen pada 2021 dan hal itu dipicu pandemi Covid-19.
Dia menuturkan setelah kondisi membaik di 2022, kunjungan wisata ke Karanganyar berangsur pulih.
"Intinya, pelaku usaha wisata jangan menyerah, tetap tarik tamu, entah itu ajakan lewat medsos atau saluran lain, masih ada jalur alternatif, silakan lewat situ ke Karanganyar," katanya.
"Penurunan sampai berapa, kita berharap enggak sampai seperti pandemi kemarin," pungkasnya.
Sebagai informasi, Jembatan Jurug B dari arah Solo ke Karanganyar, Sukoharjo, dan Sragen, akan mulai dibongkar pada September 2022.
Bahkan, pada mulai 6 Agustus 2022 hingga 2 Desember 2023 mendatang, jembatan tersebut akan ditutup.
(*)