Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Cerita Ngatiyem, Ibu Bocah Viral karena Rambut Penuh Kutu Bertemu Baim Wong, Bicara Soal Keluarga

Baim Wong memberikan perhatian untuk T, bocah yang rambutnya penuh kutu di Karanganyar. Artis itu bahkan mendatangi rumahnya.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan rumah yang ditempati Ngatiyem (40) dan anaknya, T di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Minggu (4/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Viralnya video guru yang menyisir kutu seorang murid di Karanganyar ternyata menjadi perhatian artis Baim Wong. 

Murid dalam video tersebut berinisial T. 

 Bahkan Baim Wong rela datang ke Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar untuk menemui anak dan keluarganya.

Ngatiyem (40) ibu dari anak tersebut mengaku tak pernah membayangkan akan bertemu dengan ayah dari Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldragon Wong.

"Gak nyangka bisa dia (Baim Wong) datang ke sini untuk menemui saya dan anak saya, senang rasannya," kata Ngatiyem, kepada TribunSolo.com, Minggu (4/9/2022).

Ngatiyem mengaku pada awalnya merasa takut anaknya viral beberapa waktu lalu dan  mendapatkan kabar bahwa bakal bertemu dengan Baim Wong.

Dia menuturkan ketika dirinya dan keluarganya bertemu dengan Baim Wong, ia merasa lega ternyata tidak seperti yang ia takutnya.

"Awalnya saya takut, tapi setelah bertemu ternyata, tidak apa-apa orangnya baik, seperti  orang biasa, " ucap Ngatiyem.

Dia mengatakan saat bertemu dengan Baim Wong, isi obrolan antara keluarganya dengan Baim Wong perihal kondisi keluarganya.

Baca juga: Sambut Kedatangan Baim Wong, Penjual Tahu Bulat Ini Kenakan Jas saat Jualan, Ternyata Ini Tujuannya

Ia mengaku tidak ada pembicaraan yang khusus antara keluarga dan Baim Wong.

"Saat bertemu hanya ngobrol biasa saja, tak ada yang khusus, anak saya diberikan sepeda lipat," ungkap Ngatiyem.

Sementara itu, dia mengatakan bekerja mengumpulkan botol-botol bekas minum.

Ia menuturkan botol-botol tersebut kemudian dijual kepada pengepul botol bekas.

"Saya mengumpulkan botol-botol bekas dari juragan kemudianlabel dan botol di buang, dan dijual ke pengepul," tutur Ngatiyem.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved