Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Viral

Viral Siswa SD di Mataram Trauma Gara-gara Diserang Murid SMP, Terungkap Dugaan Penyebabnya

Kapolsek Sandubaya Kompol M. Nasrullah menjelaskan, SDN Model dan SMPN 14 Mataram berada dalam satu kompleks.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tangkap layar kanal YouTube Tribun Lombok
Tangkap layar viral video saat siswa SMPN 14 Mataram mengamuk dan rusak ruang belajar SDN Model Mataram. Akibatnya murid SD menangis ketakutan di pelukan gurunya. 

TRIBUNSOLO.COM, MATARAM -- Viral di media sosial, video ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Model Matara menangis ketakutan dan memeluk guru saat ruang kelas mereka diserang oleh sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Mataram, Jumat (2/9/2022).

Selain merusak sekat pembatas, siswa-siswa SMP itu juga melempari batu.

Adapun penyerangan itu diduga disebabkan karena siswa SDN melempar bola ke area SMPN 14 Mataram.

Baca juga: Viral Gerombolan Remaja di Gresik Terlibat Tawuran Sarung, Ini Penjelasan Polisi

"Mereka dievakuasi guru-guru, karena bukan hanya merusak, mereka juga melempar batu. Jumlah mereka banyak dan anak-anak (SD) ketakutan," ungkap orangtua siswa yang menolak menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kapolsek Sandubaya Kompol M. Nasrullah menjelaskan, SDN Model dan SMPN 14 Mataram berada dalam satu kompleks.

Ruangan dua sekolah hanya dipisahkan dengan menggunakan tripleks.

Ia menyebut, SDN Model dalam posisi menumpang lahan di lokasi itu.

Sehingga sejumlah siswa SMPN 14 belajar di ruang kelas yang terbatas.

Menurut Nasrullah, hal itu juga bisa menjadi pemicu konflik.

Baca juga: Fakta Viral Warga Ceburkan Mobil ke Sungai, Kapolrestabes Palembang Jamin Tak Ada Lagi Tawuran

"Itu satu gedung, tapi dibatasi oleh papan pembatas. Itulah yang dirusak oleh siswa-siswa SMP sehingga adik-adik SDN Model ketakutan, itu berdasarkan laporan yang kami terima," papar Nasrullah.

Siswa-siswa trauma

Gara-gara peristiwa penyerangan tersebut, banyak siswa SD yang mengalami trauma.

Sejumlah orangtua siswa akhirnya melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mataram.

Untuk memulihkan kondisi anak yang ketakutan, polisi bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak.

Selain itu, polisi bakal berjaga di kawasan sekolahan tersebut untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Baca juga: Geng Pelajar Bantul Tawuran hingga 1 Orang Tewas, Sempat Buat Surat Perjanjian: No Lapor, No Visum

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved