Info Pendidikan
Sekolah yang Benar-benar Memerdekakan Anak
Beginilah ciri-ciri sekolah yang benar-benar memerdekakan anak, sehingga dapat menjamin eksistensi dan kesejahteraan hidupnya di masa depan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Asep Abdullah Rowi
Opini Ditulis Oleh : Imam Subkhan, Content Creator, Humas Al Firdaus
Saat ini terjadi kelatahan, setiap sekolah mengklaim telah menjelma menjadi sekolah yang merdeka belajar, dikarenakan telah menerapkan kurikulum merdeka dari Kemendikbud Ristek.
Pertanyaannya, sudahkah sekolah memahami tentang apa filosofi sekolah merdeka, dan bagaimana implementasinya di lapangan?
Berdasarkan beberapa tinjauan, merdeka bermakna bebas, tidak terikat, berdiri sendiri, dan tidak bergantung kepada orang lain.
Baca juga: Konsep Sekolah Ramah Anak di Al Firdaus World Class Islamic School, Tak Beda-bedakan Kondisi Siswa
Baca juga: Ciri Sekolah Modern & Global Era Kini: Melek Teknologi Seperti Al Firdaus World Class Islamic School
Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan konteks pendidikan, maka pendidikan yang memerdekakan anak adalah sebuah sistem dan proses pendidikan yang benar-benar memfasilitasi anak untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan, bakat, minat, dan potensinya, tanpa melihat latar belakangnya.
Siapa pun anak Indonesia berhak mendapatkan perhatian dan fasilitas pendidikan untuk mengoptimalkan seluruh potensinya.
Modal pendidikan yang mereka peroleh dapat menjamin eksistensi dan kesejahteraan hidupnya di masa depan.
Nah, sudahkah sekolah menjelma menjadi taman-taman pendidikan yang menyenangkan bagi tumbuhnya anak-anak hebat yang bebas berekspresi, berkreasi, dan berinovasi? Sudahkah guru-guru di dalamnya menjadi fasilitator-fasilitator yang ramah dan profesional? Sudahkah sekolah kaya dengan metode dan media pembelajaran yang efektif dan kreatif? Sudahkah muncul rasa simpati dan empati yang tinggi di kalangan anak-anak ketika bergaul dan berinteraksi satu sama lain? Sudahkah orangtua atau walimurid terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi?
Jika jawabannya “sudah”, maka setidaknya cukup layak untuk menyandang sekolah merdeka belajar.
Sehingga kata merdeka belajar bukan sekadar slogan atau bahan promosi sekolah, tetapi benar-benar telah membumi dan terimplementasi dengan baik di sekolah tersebut.
Sekolah pun terbuka dengan berbagai masukan, termasuk bersedia menerima semua anak tanpa membeda-bedakan.
Sistem zonasi sekolah yang selama ini diterapkan telah memunculkan sekolah-sekolah yang terbuka dan inklusif.
Semua anak diterima, selama masih dalam zonanya, meskipun masih membuka jalur siswa berprestasi, tetapi dalam jumlah kuota yang kecil.
Dalam hal ini sekolah telah menjelma menjadi miniatur Indonesia yang sangat beragam dan hiterogen siswa didiknya.
Baca juga: ASN yang Tendang Pemotor Wanita Buka Suara Terkait Alasan Menendang, Emosi dengan Ucapan Korban
Baca juga: TK Al Firdaus Solo Sudah Menerapkan Sekolah Penggerak: Siswa Diajak Berekspresi
Apa Itu Kurikulum Merdeka?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Imam-Subkhan-Content-Creator-H.jpg)