Berita Karanganyar Terbaru

BPS Karanganyar Terjunkan 1.522 Petugas Home Visit untuk Susun Database Perlindungan Sosial

BPS Karanganyar bakal merekrut 1.552 petugas home visit untuk memastikan database perlindungan sosial. Nantinya data itu bakal digunakan Bappenas

Istimewa/Dok. BPS Karanganyar
Proses seleksi petugas home visit BPS Kabupaten Karanganyar, di Gedung PGRI, Kamis (15/9/2022). BPS Karanganyar bakal merekrut 1.552 petugas home visit untuk memastikan database perlindungan sosial. Nantinya data itu bakal digunakan Bappenas dan kementerian-kementerian terkait. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ratusan ribu keluarga di Kabupaten Karanganyar ditargetkan terintegrasi dalam data sosial ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar dalam waktu sebulan.

Oleh karena itu, BPS Kabupaten Karanganyar menerjunkan 1.522 petugas untuk melakukan home visit ke lokasi sasaran.

Kepala BPS Karanganyar, Dewi Tri Rahayu mengatakan registrasi data sosial ekonomi dilakukan serentak se-Indonesia mulai 15 Oktober-14 November 2022.

"Pada Kabupaten Karanganyar, data akan dihimpun dari 306 ribu keluarga yang tersebar di 177 kelurahan/desa di 17 kecamatan," ucap Dewi kepada TribunSolo.com, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Kades Tersangka Korupsi Dana BUMDes Berjo Belum Dipecat, Dispermades Karanganyar Tunggu Surat Kejari

Baca juga: Raih 20 Emas di 17 Cabor Pra Event Porprov Jateng, KONI Karanganyar Optimis Masuk 10 Besar

Dewi mengatakan dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara langsung alias petugas harus mendatangi keluarga di rumahnya.

Saat ini, BPS sedang merekrut sebanyak 1.522 petugas yang berstatus tenaga kontrak tersebut. 

"Output-nya data base untuk perlindungan sosial yang dipakai Bappenas, nantinya, diharapkan gunakan satu data Indonesia, jadi kementrian atau instansi manapun tak miliki variasi data sendiri untuk menentukan kebijakannya," kata Dewi.

Dia menuturkan, dalam pantauannya di gedung PGRI, para pendaftar yang lolos berkas administrasi mengantre untuk diwawancarai. 

Tahapan seleksi ini diampu 35 petugas BPS, dan diperkirakan 200-an peserta gugur saat tahapan wawancara. 

"Jumlah pendaftar yang lolos seleksi administrasi ada 1.700-an, sehingga sekitar 200-an tidak dibutuhkan," ungkap Dewi. 

Mereka yang lolos menjadi mitra BPS akan dilatih mencacah data di Solo mulai 10-13 Oktober 2022 di sejumlah hotel. 

Baca juga: Rabu Besok, Ratusan Buruh Karanganyar Akan Demo Tolak Kenaikan BBM & Minta UMK 2023 Naik 30 Persen

Baca juga: APBD Perubahan 2022 Karanganyar Sudah Digetok, Ketua DPRD Tegaskan Gaji Guru Honorer Segera Cair

Dia menjelaskan BPS akan membagi empat gelombang pelatihan untuk 1.522 mitra kerjanya itu. 

Nantinya, metode pengumpulan data dan pelaporan menggunakan alat tulis dan kertas alias manual serta tak memakai aplikasi berbasis IT. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved