Berita Solo Terbaru
Mengenal Koperasi Srikandi : Isinya Istri Eks Napiter, Agar Tak Minder Bergaul di Tengah Masyarakat
Koperasi itu ternyata menjadi bagian dari program deradikalisasi yang dibentuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.
Penulis: Tara Wahyu Nor Vitriani | Editor: Asep Abdullah Rowi
Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah mengapresiasi upaya Densus 88 dalam penanganan terorisme.
"Tidak hanya program deradikalisasi tapi juga bagaimana mereka mampu memberdayakan ekonomi keluarga dan kembali di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, pemerintah tidak akan lepas tangan namun akan memberikan pendampingan.
"Kita sampaikan tadi dari dinas akan coba dampingi agar usahanya berkembang dan nanti koperasinya bisa naik kelas," ujar Ganjar.
Jack Harun menambahkan, anggota Koperasi Srikandi sebanyak 15 orang.
Dia membenarkan, jika semuanya merupakan istri-istri eks napiter.
Mereka ada dari eks napiter kasus Bom Bali I, Bom Polresta Solo, Bom Candi Resto, eks jaringan ISIS dan eks napiter calon pengantin bom malam tahun baru 2017 di Bali.
"Para ibu-ibu sudah sepakat kita akan membuat koperasi dan meningkatkan kesejahteraan mereka," tuturnya.
Tangkapan Besar Densus 88
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 8 terduga teroris yang langsung ditetapkan tersangka di wilayah Dumai, Provinsi Riau.
Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Marthinus Hukom mengatakan, 8 tersangka teroris tersebut merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
"Mereka jaringan JAT, apakah masih berkembang lagi itu konsumsi penyidik, tidak bisa kita (publikasikan)," katanya usai pengukuhan koperasi srikandi Gema Salam di Hotel Grand Sae Kota Solo, Jumat (16/9/2022).
Marthinus menyebut, penangkapan 8 tersangka terorisme tersebut masih dalam proses.
Dalam penangkapan itu, Marthinus mengungkapkan bahwa Densus 88 tidak sekedar memenjarakan badan.
Namun, hal tersebut juga sebagai bentuk perkenalan atau ta'aruf.