Berita Solo Terbaru

Komitmen Gibran Bikin Penjual Olahan Daging Anjing Keder, Jumlahnya Susut, Tapi Ada yang Bertahan

Jumlah warung penjual olahan daging anjing di Kota Solo mengalami penurunan meski sempat mengalami peningkatan arti tahun 2019 hingga 2021.

TribunSolo.com/Erlangga Bima-Istimewa
Ilustrasi : Daging anjing. Gibran akan mengeluarkan SE soal larangan daging anjing. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah warung penjual olahan daging anjing di Kota Solo mengalami penurunan meski sempat mengalami peningkatan arti tahun 2019 hingga 2021.

Koordinator Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Mustika menyebut pada tahun 2019, jumlah warung penjual olahan daging anjing berada di kisaran 78 buah.

"Tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 82 terus di tahun 2021 naik menjadi 85," kata dia.

DMFI kemudian kembali melakukan pendataan di Kota Solo.

Di tahun 2022, tepatnya, periode bulan Juli hingga September, jumlah warung penjual olahan daging anjing mengalami penurunan.

Itu berada di kisaran 50 warung penjual olahan daging anjing. Namun, pendataan tersebut belum menyeluruh.

"Beberapa memang sudah tidak jual tapi kita masih sangsi tidak jualnya karena kendala stok yang sulit masuk atau dia berhenti total," ujar Mustika.

"Karena saat ini, mereka mulai mengetahui bila kiriman dari Jawa Barat sudah sulit masuk Jawa Tengah setelah adanya penangkapan di Sukoharjo," tambahnya.

Terlebih, para penjualan olahan daging anjing kini terkesan 'sembunyi-sembunyi' tidak lagi terang-terangan memasang spanduk penjual rica-rica anjing.

Baca juga: Hasil Pertemuan Gibran dan DMFI : Akan Ada SE Larangan Daging Anjing, Provinsi Diminta Ikut Gerak

Baca juga: Bertemu Gibran Bahas Pelarangan Daging Anjing di Solo, DMFI : Tidak Ingin Timbulkan Keributan

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved