Harry Maguire Dianggap Korban Label Harga Tinggi, Giorgio Chiellini: MU Minta Terlalu Banyak

Harry Maguire Dianggap Korban Label Harga Tinggi, Giorgio Chiellini: MU minta Terlalu Banyak

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
LAURENCE GRIFFITHS / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFP
Harry Maguire, Manchester United 

TRIBUNSOLO.COM - Erik ten Hag musim ini sepertinya sudah enggan menggunakan  Harry Maguire sebagai starter.

Harry Maguire menghabiskan musim 2021-22 dengan performa buruk yang membuatnya dikecam.

Musim ini juga tidak banyak merubah Harry Maguire, Erik ten Hag lebih memilih untuk menggunakan duo Lisandro Martinez dan Raphael Varane di jantung pengaturan pertahanan timnya.

Giorgio Chiellini meyakini Harry Maguire dihadapkan dengan ekspektasi yang tingga karena transfer mahalnya ke Manchester United.

Baca juga: Tak Terima Dihujani Kritikan Fans Manchester United, Harry Maguire Salahkan David De Gea

Baca juga: Beredar Rumor Diincar Manchester United dan Chelsea, De Jong: Tetap Bertahan di Barcelona

“Saya sedih dengan situasi Maguire karena dia pemain bagus,”kata Chiellini yang pensiun dari tugas internasional pada April dengan 117 caps atas namanya kepada The Times.

“Mereka meminta terlalu banyak dari dia, hanya karena mereka membayar £80 juta, dia harus menjadi yang terbaik di dunia setiap pertandingan? Itu tidak benar.

“Nilai pasar tergantung pada banyak aspek yang tidak dapat anda kendalikan. Itu bukan salahmu. Oke, Maguire mungkin bukan Rio Ferdinand tapi dia cukup bagus.”

Maguire hanya bermain 190 menit untuk United sejauh musim ini. Namun, itu tidak meyakinkan Gareth Southgate untuk mengeluarkannya dari skuad Inggris menjelang Piala Dunia.

The Three Lions akan menghadapi Italia dalam pertandingan ulang final Euro 2020 pada Jumat sebelum menghadapi Jerman dalam pertandingan persahabatan pra-Piala Dunia terakhir mereka tiga hari kemudian.

Manchester United Rugi

Manchester United mengumumkan masih menelan kerugian bersih sebesar £115,5 juta untuk musim 2021-22.

Angka terbaru yang dirilis itu adalah catatan tahun keuangan yang berakhir pada Juni 2022, dari sana diketahui ada peningkatan kerugian sebesar £23 juta dibandingkan dengan tahun 2021.

Manchester United juga memiliki utang bersih yang mengalami kenaikan 23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meningkat dari £419,5 juta menjadi £514,9 juta.

Manchester United menjelaskan kenaikan £95,4 juta disebabkan oleh kerugian selisih kurs yang belum direalisasi sebesar £64,6 juta pada pinjaman dalam dolar AS.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved