Berita Daerah

Bupati Blora Arief Rohman Pastikan Uang BLT yang Dipotong oleh Perangkat Desa Sudah Dikembalikan

Arief menjelaskan kasus pemotongan BLT Dana Desa ini terjadi di Desa Keser, Tunjungan, Blora pada awal September 2022.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Tangkapan layar sebuah video yang memperlihatkan pemotongan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan Program Sembako di Kabupaten Blora, viral di media sosial. 

TRIBUNSOLO.COM, BLORA - Uang bantuan langsung tunai (BLT) yang dipotong oleh perangkat desa di Blora, sudah dikembalikan kepada masyarakat. 

Hal tersebut telah dipastikan oleh Bupati Blora Arief Rohman.

Arief menjelaskan pemotongan uang BLT ini bukan berasal dari BLT BBM, melainkan dari dana desa. 

Pemerintah Kabupaten Blora bersama Saber Pungli Polres Blora telah mendata keluarga penerima manfaat yang terkena potongan dan mengembalikan uang yang menjadi hak masyarakat. 

Baca juga: Putri Candrawathi Selalu Beralasan Kondisi Psikisnya Terguncang, Polri Akan Evaluasi Kesehatan PC

"Prinsipnya kami mengamankan program ini agar tidak boleh ada sepeser pun uang yang dipotong," ujar Arief dalam program Sapa Indonesia Malam KOMPAS TV, Selasa (27/9/2022).

Arief menjelaskan kasus pemotongan BLT Dana Desa ini terjadi di Desa Keser, Tunjungan, Blora pada awal September 2022.

Menurutnya, ada 102 keluarga penerima manfaat BLT Dana Desa dengan besaran bantuan senilai Rp900 ribu per bulan. 

Oknum perangkat desa memotong BLT Dana Desa dengan alasan iuran untuk sosial pembangunan musala.

Baca juga: BLT di Brebes dan Blora Dipotong, Gubernur Ganjar Pranowo Berikan Peringatan: Jangan Main-main!

Setelah di cek ke lapangan, musala yang dimaksud baru sebatas fondasi dan parahnya lagi, dana hasil potongan BLT Dana Desa tersebut tidak diberikan oleh oknum perangkat desa itu untuk pembangunan musala.

Setiap orang yang mendapat BLT diminta Rp100 ribu dengan total jumlah potongan yang didapat oknum perangkat desa sebesar Rp14.800.000.

"Semua sudah dikembalikan," ujar Arief.

Arief juga menyatakan pihaknya telah membuat layanan pengaduan untuk masyarakat yang mendapat potongan.

Selain itu, Pemkab Blora juga membuat tim saber pungli bersama dengan Polres Blora untuk menyisir kembali masyarakat yang dirugikan atas pemotogan tersebut.

"Kami minta masyarakat yang dirugikan untuk bisa melapor kepada kami agar kami bisa tindak lanjuti," ujar Arief. (*)

Baca juga: Ketua DPP PDIP Puan Maharani Akan Tetap Kunjungi AHY, Ikuti Mandat Megawati

(Kompas.TV/Johannes Mangihot)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved