Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Mahasiswi UNS Luncurkan Novel Berjudul Komdis, Ceritakan Kehidupan Anak Kampus di Solo

Mahasiswa UNS meluncurkan novel berjudul Komdis. Novel ini bercerita tentang kehidupan di dunia perkuliahan.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Mahasiwi dari Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS semester 7 bernama yakni Pramesti Ayu Pitaloka meluncurkan novel berjudul Komdis. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menelurkan sebuah buku fiksi berjudul Komdis.

Mahasiwa dari Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS semester 7 bernama Pramesti Ayu Pitaloka rupanya sudah menjadi penulis aktif sejak 2019.

Buku Komdis tersebut terbit dengan jumlah halaman 330 dengan cover warna pink dan ternyata sudah lama digemari netizen.

Hal tersebut karena Pramesti sudah menulis di website wattpad.

“Menulis aktif dengan cerita ini awalnya memang dari wattpad sejak 2019,” katanya, Jumat (14/10/2022) siang.

“Novel ini menceritakan tentang persahabatan, kehidupan perkuliahan, dan kisah yang terjalin antara seorang mahasiswa baru bernama Kayra Dhita Anjani,” katanya.

Kayra Dhita Anjani diceritakan merupakan tokoh yang bersemangat dalam menjalani masa ospek.

Sang tokoh tersebut bahkan rela mengorbankan diri demi membenahi kesalahan yang disebabkan oleh kelompoknya.

Baca juga: 15 Tahun Lalu Ditolak Penerbit karena Tak Masuk Akal, Novel Soal Pandemi Global Ini Kini Dirilis

“Ada juga tokoh Dirgantara Bima Lesmana, sang Ketua Komdis yang begitu tegas dalam menjalankan tugasnya, yang kemudian menaruh perhatiannya pada Kayra dan berusaha untuk mendekatinya,” katanya.

Kayra Dhita Anjani yang digambarkan sebagai sosok gadis yang tangguh tersebut ternyata menyimpan trauma yang cukup besar.

Cerita di novel tersebut membahas mengenai sang tokoh yang harus bergulat dengan trauma dan mengatasi permasalahannya saat menjadi mahasiswa.

Pramesti mengatakan dirinya sudah tertarik untuk menulis sejak berada di bangku sekolah dasar.

“Ketika itu aku masih umur tujuh tahun, ada tugas untuk membuat puisi bertema hari kemerdekaan. Selama penulisan puisi itu, almarhum ayah membimbing aku dalam penyusunannya,” katanya.

“Berkat bimbingan beliau, puisiku dipajang di majalah dinding sekolah. Mulai dari situ, aku punya ketertarikan untuk menulis lebih baik lagi,” katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved