Polisi Tembak Polisi
Kuat Maruf Mengaku Pergoki Brigadir J Keluar dari Kamar Putri, Teriak 'Woy' Lalu Ambil Pisau
Kuat Maruf menceritakan keributan yang terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah antara dirinya dengan Brigadir Yosua.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Keberatan atau eksepsi disampaikan terdakwa Kuat Maruf berkaitan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Kuat Maruf menganggap dakwaan jaksa terhadap dirinya tidak lengkap, sebab dakawaan tersebut tak menjelaskan secara rinci kronologi peristiwa yang terjadi di Rumah Magelang, sebelum pembunuhan Yosua dilakukan.
Adapun JPU dalam dakwaannya menyebut sempat terjadi keributan antara Yosua dengan Kuat.
Tetapi, tidak dijelaskan penyebab keributan tersebut.
Baca juga: Bisikan Maut Kuat Maruf ke Putri Candrawathi, Bikin Ferdy Sambo Murka hingga Tega Habisi Brigadir J
Kuat dalam eksepsinya yang dibacakan pada Kamis (20/10/2022) kemarin di PN Jakarta Selatan kemudian menjelaskan secara detail penyebab keributan.
Lewat kuasa hukumnya, Kuat Maruf menceritakan keributan yang terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah antara dirinya dengan Brigadir Yosua bermula pada 7 Juli menjelang magrib.
Irwan Irawan kuasa hukumnya menyebut jika Kuat sedang berada di teras rumah.
"Pada tanggal 7 Juli 2022 di rumah Magelang sekira sore hari menjelang magrib. Saat terdakwa berada di teras rumah," kata Irwan membacakan eksepsi Kuat.
Baca juga: Putri Candrawathi Bantah Beri iPhone 13 Pro Max ke Anak Buah Ferdy Sambo Usai Eksekusi Brigadir J
Irwan mengatakan, kliennya saat itu melihat Yosua keluar dari kamar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dengan mengendap-endap sambil menengok kanan dan kiri.
Menurut Kuat Maruf, Yosua saat itu telah melakukan kekerasan seksual terhadap Putri.
"Terdakwa melihat, dari kamar pintu saksi Putri Candrawathi, korban Nopriansyah Yosua Hutabarat diduga setelah melakukan perbuatan kekerasan seksual kepada Saksi Putri Candrawathi mengendap-endap menuruni tangga, menengok kanan kiri," kata Irwan.
Melihat gerak-gerik aneh Yosua, Kuat lalu menegur dengan berteriak 'woy'.
Teriakan Kuat tersebut membuat Yosua lari ke arah dapur.
Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Duga Putri Candrawathi Otak Pembunuhan Brigadir J, Curiga Sengaja Goda Yosua
"Yang kemudian terdakwa menyusul mengejar korban Nopriansyah Yosua Hutabarat ke dapur, terus berlari ke arah garasi mobil dan masuk kembali ke dalam rumah melalui pintu depan (pintu ruang tamu)," ujar Irwan.
Kuat kemudian berlari mengejar Yosua melalui pintu ruang tamu. Saat itu Kuat juga langsung berteriak kencang kepada asisten rumah tangga (ART) Putri, Susi mengecek kondisi sang majikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Terdakwa-Kuat-Maruf-bersiap-menjalani-sidang-perdana.jpg)