Polisi Tembak Polisi
Ferdy Sambo Bantah Terlibat Narkoba dan Judi, Sebut Dirinya Justru Memberantas : Saya Ini Satgas
Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo justru mengeklaim dirinya adalah pihak yang memberantas praktik tersebut.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ferdy Sambo menyangka jika dia terlibat dalam kasus peredaran gelap narkoba hingga judi online.
Eks Kadiv Propam Polri itu justru mengeklaim dirinya adalah pihak yang memberantas praktik tersebut.
Ferdy Sambo menyampaikan pernyataan itu menanggapi tudingan dari Kuasa Hukum Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di persidangan PN Jakarta Selatan pada Selasa (1/11/2022).
Baca juga: Putri Candrawathi Minta Maaf kepada Orangtua Brigadir J, Bantah Ikut Tembak Yosua
Sambo menyebut dirinya selalu tegas menindak peredaran narkoba hingga judi online selama menjabat Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih.
"Saya selaku Satgas ini terlibat narkoba judi online gak ada, justru saya memberantas," kata Sambo dalam persidangan di PN Jakarta Selatan pada Selasa (1/11/2022).

Selain itu, Ferdy Sambo juga membantah penyidik Polri berpihak dalam menangani kasus tersebut.
Menurutnya, statusnya sebagai terdakwa telah menjadi bukti bahwa penyidik tak berpihak.
Baca juga: Putri Candrawathi Minta Nomor HP Adik Brigadir J dan Intens Chat, Pernah Beri Uang Rp 5 Juta
"Terkait dengan penyidik berpihak kepada saya ini juga saya sanggah karena kalau penyidik berpihak kepada saya, saya dan istri saya tidak mungkin ada disini," ucapnya.
Sementara itu, sebelumnya mantan jenderal bintang dua itu juga mengaku sudah bertaubat.
Sambo pun mengakui kesalahan dan menyatakan siap bertanggungjawab.
"Bapak dan Ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan bapak dan ibu, saya mohon maaf atas apa yang terjadi," kata dia.
"Saat itu saya tidak mampu mengontrol emosi dan tidak jernih berpikir," lanjut Sambo.
Baca juga: Putri Candrawathi Langsung Minta Nomor HP Adik Brigadir J Meski Pertama Kali Bertemu, Kerap Kirim WA
Menurutnya, peristiwa pembunuhan itu buntut dari rasa amarah atas kejadian pelecehan seksual yang dilakukan mendiang Yosua kepada sang istri.
"Saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak terhadap istri saya," imbuh Sambo..
"Itu yang harus saya sampaikan dan nanti akan dibuktikan di persidangan," ungkap Ferdy Sambo.
Mantan kadiv propam Polri ini mengaku menyesal. Karena itu, ia juga tak lupa meminta maaf kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
"Saya yakini bahwa saya telah berbuat salah, dan saya akan pertanggungjawabkan secara hukum. Saya juga sudah minta ampun kepada Tuhan, demikian Yang Mulia," ujarnya.
(*)