Berita Boyolali Terbaru
Asal-usul Dukuh Gobumi Boyolali, Pemukiman Kecil di Lereng Merapi Tempat Pelarian Prajurit Majapahit
Siapa yang menyangka, pemukiman warga paling dekat dengan puncak Merapi ternyata menyimpan sejarah terkait runtuhnya Kerajaan Majapahit
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dukuh Gobumi merupakan salah satu kawasan pemukiman warga yang paling dekat dengan puncak Merapi.
Dukuh yang masuk wilayah administrasi Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari itu berada di lereng sebelah timur gunung aktif itu.
Pemukiman warga yang berada diketinggian 1.600-an meter di atas permukaan laut itu memiliki 42 KK dengan penduduk mencapai 150 jiwa.
Adanya penduduk yang mendiami wilayah yang cukup sulit dijangkau itu menjadi sebuah pertanyaan.
Baca juga: Kisah Dukuh Gobumi di Boyolali : Warga Satu Desa Menderita, Dibuat Miskin karena Teror Geng Kera
Bagaimana bisa ada orang yang memilih tinggal di tempat yang tinggi dan jauh dari keramaian?
Ternyata hal itu tak lepas dari sejarah runtuhnya Kerajaan Majapahit, kerajaan yang menguasai seluruh Nusantara dahulu kala.
Kisah kejayaan Majapahit pun sudah banyak diceritakan dari mulut ke mulut.
Widiyanto, salah satu sesepuh Dukuh Gobumi menceritakan jika saat runtuhnya Kerajaan Majapahit itu, banyak pasukan maupun masyarakat kerajaan yang memilih untuk melarikan diri.
Hingga akhirnya, ada salah satu pasukan yang melarikan diri ke lereng Merapi untuk menetap.
Salah satu tentara yang bernama Mbah Galiman Yosodipuro itu kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Dukuh Gobumi.
Baca juga: Erupsi Merapi 2010 Jadi Awal Teror Geng Kera ke Warga Gobumi di Boyolali : Turun Gunung Cari Makan
Entah nama itu merupakan nama sebenarnya atau nama samaran untuk menghindari dari kejaran.
"Saat menetap di lereng Merapi ini, beliau membawa segumpal tanah dari Keraton Majapahit," ujarnya kepada TribunSolo.com, Selasa (1/11/2022).
Membawa tanah dari Majapahit itu menurut orang Jawa disebut sebagai Gowobumi atau membawa bumi Majapahit.
"Dukuh itu dinamakan Gobumi karena itu tadi. Gowo bumi yang berarti membawa tanah dari Majapahit," jelasnya.