Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Asal-usul Dukuh Gobumi Boyolali, Pemukiman Kecil di Lereng Merapi Tempat Pelarian Prajurit Majapahit

Siapa yang menyangka, pemukiman warga paling dekat dengan puncak Merapi ternyata menyimpan sejarah terkait runtuhnya Kerajaan Majapahit

Tribunsolo.com/Tri Widodo
Gapura masuk ke Dukuh Gobumi, Desa Mriyan, Kecamatan, Tamansari, Boyolali, Selasa (1/11/2022). Dukuh ini ternyata menjadi tempat pelarian Mbah Galiman Yosodipuro yang merupakan pasukan dari Kerajaan Majapahit yang runtuh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dukuh Gobumi merupakan salah satu kawasan pemukiman warga yang paling dekat dengan puncak Merapi.

Dukuh yang masuk wilayah administrasi Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari itu berada di lereng sebelah timur gunung aktif itu.

Pemukiman warga yang berada diketinggian 1.600-an meter di atas permukaan laut itu memiliki 42 KK dengan penduduk mencapai 150 jiwa.

Adanya penduduk yang mendiami wilayah yang cukup sulit dijangkau itu menjadi sebuah pertanyaan.

Baca juga: Kisah Dukuh Gobumi di Boyolali : Warga Satu Desa Menderita, Dibuat Miskin karena Teror Geng Kera

Bagaimana bisa ada orang yang memilih tinggal di tempat yang tinggi dan jauh dari keramaian? 

Ternyata hal itu tak lepas dari sejarah runtuhnya Kerajaan Majapahit, kerajaan yang menguasai seluruh Nusantara dahulu kala.

Kisah kejayaan Majapahit pun sudah banyak diceritakan dari mulut ke mulut.

Widiyanto, salah satu sesepuh Dukuh Gobumi menceritakan jika saat runtuhnya Kerajaan Majapahit itu, banyak pasukan maupun masyarakat kerajaan yang  memilih untuk melarikan diri.

Hingga akhirnya, ada salah satu pasukan yang melarikan diri ke lereng Merapi untuk menetap.

Salah satu tentara yang bernama Mbah Galiman Yosodipuro itu kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Dukuh Gobumi.

Baca juga: Erupsi Merapi 2010 Jadi Awal Teror Geng Kera ke Warga Gobumi di Boyolali : Turun Gunung Cari Makan

Entah nama itu merupakan nama sebenarnya atau nama samaran untuk menghindari dari kejaran.

"Saat menetap di lereng Merapi ini, beliau membawa segumpal tanah dari Keraton Majapahit," ujarnya kepada TribunSolo.com,  Selasa (1/11/2022).

Membawa tanah dari Majapahit itu menurut  orang Jawa disebut sebagai Gowobumi atau membawa bumi Majapahit.

"Dukuh itu dinamakan Gobumi karena itu tadi. Gowo bumi yang berarti membawa  tanah dari Majapahit," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved