Berita Sragen Terbaru

MPP Sragen Rampung, Soft Opening Pertengahan Desember 2022, Bupati Yuni : Pelayanan Tanpa Pungli

Bupati Sragen memastikan segala pelayanan di Mall Pelayanan Publik tidak ada penarikan biaya diluar ketentuan alias tidak ada pungli

Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (16/11/2022).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Progres pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sragen kini dalam tahap finishing. 

Proyek tersebut dijadwalkan akan selesai pada 20 November 2022 mendatang.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan soft opening MPP Sragen akan dilakukan pada pertengahan Desember 2022 mendatang. 

Baca juga: PDM Sragen Harapkan Calon Ketum Muhammadiyah Periode 2022-2027 Sosok Muda dan Dermawan

"Pada 20 November 2022 nanti meminta instansi terkait termasuk kepala OPD untuk segera menyiapkan, karena ruangan sudah bisa ditempati dan segera dicek kekurangannya," katanya dalam sambutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (16/11/2022). 

"Nanti tanggal 15 Desember pada saat soft opening kita benar-benar sudah bisa running dengan baik dan InsyaAllah Januari akan kita lakukan grand opening, dan mudah-mudahan Menpan RB bisa datang secara pribadi," tambahnya. 

Sudah ada 29 instansi pelayanan publik yang menandatangani MoU, yang akan menempati MPP.

Pelayanan di 16 dinas di Kabupaten Sragen juga akan dipusatkan di kantor yang beralamat di Jalan Dr. Soetomo ini. 

Meski begitu, ada beberapa instansi yang belum bisa menandatangani kesepakatan kerjasama itu. 

Baca juga: Sekda Baru Dilantik, 743 Perangkat Desa di Sragen Rayakan dengan Kumpul Bareng dan Bawa 100 Tumpeng

"Masih ada Polres Sragen, Imigrasi Kelas 1 Surakarta, PT Jasa Raharja perwakilan Surakarta, UP2D Samsat, Bappeda Jawa Tengah, dan DPMPTSP Jawa Tengah belum bisa tanda tangan MoU," rincinya. 

Ia menegaskan bahwa layanan yang selama ini ada di kantor dinas dan instansi masing-masing semuanya dipindah ke MPP. 

Guna mencegah dualisme pelayanan agar MPP juga tidak sepi dari kunjungan masyarakat. 

"Saya tetap meminta komitmennya, karena belajar dari daerah lain, setelah MoU dan kesepakatan ternyata sepi tidak dikunjungi warga, mungkin kurang sosialisasi," jelasnya. 

Baca juga: Angka Covid-19 di Kabupaten Sragen Meningkat, Bupati Yuni Minta Warga Lakukan Vaksinasi Booster

"Semoga MPP Kabupaten Sragen tidak hanya menjadi menjadi nama, hanya bangunannya yang megah, tapi tidak termanfaatkan dengan maksimal," kata Yuni. 

Ia juga menegaskan dalam pelayanan Mall Pelayanan Publik tidak ada penarikan biaya diluar ketentuan. 

"Di MPP tidak akan ada penarikan biaya atau pungli, diluar ketentuan," tegasnya. 

PLT Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, Tugiyono mengatakan setelah soft launching, masyarakat bisa langsung mengurus administrasi di MPP. 

"Setelah soft launching bisa langsung dibuka untuk umum," katanya.

(*) 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved