Kuliner Solo

Kuliner Boyolali : Tumpang Cingur-Koyor di Ampel, Rumahan Tapi Berkali-kali Jokowi Beli Lewat Utusan

Nasi Tumpang Cingur dan Koyor Mbak Semi di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali punya cerita yang melegenda.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Seporsi nasi tumpang cingur dan koyor di warung rumahan Mbok Semi di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Klaten. Makana di warung itu ternyata pernah dibeli oleh utusan Presiden Jokowi. 

”Pak Jokowi sudah tiga kali beli congor sama serundeng. Tapi yang beli utusannya,” jelas Lasmi anak dari Mbok Semi yang meneruskan usaha ini.

Selain Jokowi, dalang Ki Anom Suroto hingga Bupati Boyolali pernah menyantap makanan tersebut.

Rahasia kelezatan cingur dan koyor Mbok Semi terletak dari bumbu dan cara masaknya.

Cingur dan oyor dimasak dengan menggunakan tungku kayu bakar.

Kemudian untuk menghasilkan cingur dan Koyor yang lembut nan embuk, proses perebusan berlangsung selama 7-8 jam dengan api dari kayu bakar hingga kaldu cingur sapi keluar dan menambah gurih serta pulen.

Soal bumbunya, hanya rempah-rempah seperti ketumbar, jahe, laos, salam dan gula Jawa tanpa menggunakan kecap.
 
”Pakainya gula Jawa, gak pakai kecap. Lalu direbus pakai tungku kayu sampai empuk. Jadi nggak pakai panci presto, karena ibu ndak boleh dan rasanya beda," kata dia.

"Jadi semua diolah pakai kayu bakar. Bumbunya juga cemplung (tak perlu di gongso dengan minyak goreng)," jelasnya.

Kelezatan hakiki di warung Mbok Semi ini cukup dinikmati dengan harga Rp 20 ribu.

Warung makan ini mulai pagi hingga sore. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved