Kuliner Solo

Kuliner Boyolali : Tumpang Cingur-Koyor di Ampel, Rumahan Tapi Berkali-kali Jokowi Beli Lewat Utusan

Nasi Tumpang Cingur dan Koyor Mbak Semi di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali punya cerita yang melegenda.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Seporsi nasi tumpang cingur dan koyor di warung rumahan Mbok Semi di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Klaten. Makana di warung itu ternyata pernah dibeli oleh utusan Presiden Jokowi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Jika tak ada tulisan banner di depannya, tak ada yang mengira jika salah satu rumah di tengah-tengah rumah penduduk ini adalah warung makan.

Ternyata warungnya terilang melegenda karena kelezatanhya.

Banner bertuliskan Nasi Tumpang Cingur dan Koyor inilah yang menjadi penanda jika rumah yang ada di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali itu merupakan warung makan.

Sebab sudah lokasinya tersembunyi, tak ada etalase khusus untuk meletakkan sajian makanannya.

Di bagian depan rumah juga nampak tumpukan kayu bakar yang ditata rapi.

Tapi ketika masuk ke dapur, ada sebuah meja layaknya meja makan di rumah-rumah.

Di atas meja itu ada mejicom penghangat nasi, sayur sambel tumpang, irisan koyor dan cingur serta serundeng.

Baca juga: Kuliner Klaten : Seafood, Menu Baru Racikan Drummer Jikustik, Harganya Paling Mahal Hanya Rp 20 Ribu

Baca juga: Kisah Pria Asal Ceper : Dulu Nyaris Jadi Pengantin Bom Bunuh Diri, Kini Bebas Jualan Ikan Hias

Inilah warung tumpang cingur dan koyor Mbok Semi.

Sudah 50 tahun Mbok Semi jualan di warung rumahan itu.

Hanya ada satu menu makanan yang dijajakan di warung sederhana ini yakni nasi sambel tumpang, dengan toping cingur dan koyor.

Cingur sendiri merupakan bagian hidung dan mulut sapi, sendangkan Koyor merupakan Uratnya.

Meski hanya ada satu menu makanan saja, tapi soal kelezatan rasa jangan ditanya.

Tumpang cingur dan koyor ini pun menjadi langganan orang-orang dari luar kota.

Bahkan, utusan presiden Jokowi pun pernah beberapa kali beli cingur dan koyor buatan Mbok Semi yang kini berusia 77 tahun itu.

”Pak Jokowi sudah tiga kali beli congor sama serundeng. Tapi yang beli utusannya,” jelas Lasmi anak dari Mbok Semi yang meneruskan usaha ini.

Selain Jokowi, dalang Ki Anom Suroto hingga Bupati Boyolali pernah menyantap makanan tersebut.

Rahasia kelezatan cingur dan koyor Mbok Semi terletak dari bumbu dan cara masaknya.

Cingur dan oyor dimasak dengan menggunakan tungku kayu bakar.

Kemudian untuk menghasilkan cingur dan Koyor yang lembut nan embuk, proses perebusan berlangsung selama 7-8 jam dengan api dari kayu bakar hingga kaldu cingur sapi keluar dan menambah gurih serta pulen.

Soal bumbunya, hanya rempah-rempah seperti ketumbar, jahe, laos, salam dan gula Jawa tanpa menggunakan kecap.
 
”Pakainya gula Jawa, gak pakai kecap. Lalu direbus pakai tungku kayu sampai empuk. Jadi nggak pakai panci presto, karena ibu ndak boleh dan rasanya beda," kata dia.

"Jadi semua diolah pakai kayu bakar. Bumbunya juga cemplung (tak perlu di gongso dengan minyak goreng)," jelasnya.

Kelezatan hakiki di warung Mbok Semi ini cukup dinikmati dengan harga Rp 20 ribu.

Warung makan ini mulai pagi hingga sore. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved