Kuliner Solo
Kuliner Wonogiri: Segarnya Kopi Susu Gula Aren 'Wonogirich' Pakai Arabika Conto & Robusta Brenggolo
Banyak daerah di Wonogiri yang mampu memproduksi biji kopi dengan cita rasa khas masing-masing.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh Kabupaten Wonogiri adalah kopi.
Banyak daerah di Wonogiri yang mampu memproduksi biji kopi dengan cita rasa khas masing-masing.
Seperti misalnya, Kecamatan Bulukerto dengan arabika conto-nya, Kecamatan Jatiroto dengan robusta brenggolo, dan Kecamatan lain seperti Girimarto dan Tirtomoyo yang ternyata juga penghasil kopi.
Kekayaan tersebut membuat pemuda bernama Yosep Bagus Adi Santoso, pemilik salah satu coffee house bernama Wonogirich, membawa kopi Wonogiri naik level dengan produk kopi ready to drink.
Baca juga: Kuliner Boyolali: Kedai Seafood Hotplate K99 di Pengging, Sajikan Olahan Seafood dengan Cara Berbeda
Tirtomojo, itulah nama kopi susu gula aren yang dijual oleh Yosep Bagus di coffee house-nya.
Dia menggunakan kopi asli Wonogiri dalam sebotol kopi susu yang dijual seharga Rp 20 ribu per porsi itu.
"Tirtomojo sendiri kopinya houseblend. 30 persen arabika Conto, 70 persen robusta Brenggolo. Gula aren dari supplier Puh Pelem. Bahannya 3/4 lokal, hanya susu yang kita tidak punya," kata dia, kepada TribunSolo.com, Selasa (27/12/2022).
Bagus menjelaskan, nama Tirtomojo sendiri memiliki makna. Yakni Tirto yang bermakna air dan Mojo yang sebagian orang dikenal memiliki makna mejik dan supranatural.
Narasi itu yang digunakan Bagus untuk membranding produk kopi susunya. Selain itu, di Wonogiri juga terdapat Kecamatan Tirtomoyo yang memiliki Kahyangan dan lekat dengan hal-hal supranatural.
"Itu yang saya padukan menjadi suatu produk. Sebenarnya kopi susu biasa. Hanya saja segmentasinya yang tidak terlalu manis rasanya," jelasnya.
Baca juga: Kuliner Solo : Leker Enak di Pasar Ngarsopuro Solo, Cukup Rp 2 Ribu Nikmati Kue Manis Berbagai Rasa
Bagus mengatakan, Tirtomojo sendiri baru diproduksinya sekitar dua bulan ini, itu pun secara tidak sengaja. Mulanya, dia menerima pesanan dari rekannya untuk acara kantor.
Tirtomojo sendiri, kata dia, memiliki rasa yang tidak terlalu manis seperti kopi susu pada umumnya. Tirtomojo memiliki rasa kopi yang kuat, namun juga tidak terlalu pahit.
"Respon pembeli baik, langganan banyak. Instan dan harganya juga sama. Rasanya juga sesuai dengan target pasar yang kami tentukan. Khasnya, manis tidak menutupi rasa kopi," kata Bagus.
Kopi susu Tirtomojo dapat dipesan secara langsung dengan mengunjungi coffee house Wonogirich di Kelurahan Wonokarto.
Namun pada Selasa (27/12/2022) hingga Kamis (29/12/2022) pelanggan dapat memesan Tirtomojo dengan mengunjungi Fesmikraf 2022 di Mal Pelayanan Publik Nyawiji Wonogiri.
"Kemarin pas ngunduh mantu Mas Kaesang, kami diminta pihak Mangkunegaran untuk menyeduh kopi-kopi Wonogiri untuk tamu VVIP. Ada Pak Wisnutama, Jenderal Andika Perkasa, Ibu Susi dan pensiunan menteri yang mampir," tandas dia. (*)