Berita Karanganyar Terbaru

PUD Aneka Usaha Tambah Unit Usaha EO, Kelola Gedung Kebudayaan dan Teater Bhineka Tunggal Ika 

Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar melakukan pengembangan bisnis. Mereka sekarang membuka unit usaha baru yakni event organizer (EO)

Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Suasana Gedung Kebudayaan Karanganyar yang sudah dipasangi tenda, Selasa (3/1/2023). Gedung ini akan dikelola PUD Aneka Usaha Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar kini merambah unit usaha baru.

Selain pengelolaan kolam renang Intanpari, kini PUD Aneka Usaha menambah unit usaha event organizer (EO).

PUD Aneka Usaha akan mengelola dua gedung di Karanganyar yakni Gedung Kebudayaan dan Gedung Teater Bhineka Tunggal Ika. 

Dirut PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi mengatakan, aset dan tata kelola dua gedung itu ke perusahaannya masih dalam proses. 

"Instruksi pak bupati seperti itu (pemindahan aset gedung ke PUD Aneka Usaha), masih dalam proses di bagian hukum dan aset daerah," kata Samidi kepada TribunSolo.com, Selasa (3/1/2023).

Samidi mengatakan, Gedung Kebudayaan Karanganyar akan disewakan sistem paket dengan harga kompetitif namun terjangkau dan wajar. 

Dia menuturkan, paket-paket yang ditawarkan bervariasi seperti katering, lahan parkir dan dekorasi. 

Sebagai informasi, Gedung Kebudayaan Karanganyar menempati lahan eks Gedung Wanita Karanganyar.

Dulunya, Gedung Wanita Karanganyar dikelola Badan Keuangan Daerah (BKD), dengan sistem sewanya pun berdasar perda retribusi dengan nilai sewa per event Rp 6-7 juta.

"Selama Januari 2023, sudah ada 8 orang penyewa yang antri, Bapak Bupati sebagai penyewa pertama," ungkap dia.

Baca juga: CV Aneka Usaha Mandiri Kelola City Walk Jalan Slamet Riyadi, Ini Tanggapan Asosiasi Perparkiran Solo

Sedangkan untuk Gedung Teater, dia mengatakan masih bakal dibenahi.

Hal ini agar gedung tersebut lebih nyaman dipakai masyarakat. 

"Pada intinya, semua masyarakat dapat menikmati fasilitas gedung dengan cara tidak memberatkan," ujar Samidi.

Kemudian, terkait objek wisata jembatan kaca di Ngargoyoso yang dibangun di atas lahan berukuran 20 hektare milik Kodam IV Diponegoro di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso itu, kini disewanya selama 30 tahun.

Dia menjelaskan di atas lahan tersebut dibangun Jembatan Kaca Sky Hills oleh De Lawu Group. 

"PUD Aneka Usaha dengan De Lawu Group tengah menjalin kerjasama pengelolaan wahana wisata itu, nantinya, di jembatan kaca, akan didirikan tempat usaha kuliner food court," pungkas Samidi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved