Berita Sragen Terbaru
Kebijakan Parkir di Terminal Rugikan Pedagang Museum Sangiran, Pembeli Jadi Sepi
Wisatawan mengeluhkan kebijakan parkir di Objek Wisata Sangiran. Sebab, mereka tidak bisa masuk ke lokasi dalam museum dan harus parkir di terminal.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kebijakan parkir di Kawasan Objek Wisata Sangiran kini disoal para pedagang suvenir dan pemilik warung.
Dimana saat ini, wisatawan tidak bisa lagi parkir di dalam area Museum Sangiran.
Melainkan, mereka harus parkir di terminal yang lokasinya berada di samping Balai Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen atau berjarak 400 meter.
Wisatawan bisa memanfaatkan shuttle atau ojek yang disediakan warga, dengan merogoh kocek Rp 6.000/orang untuk pulang pergi.
Tentu saja, bagi sebagian wisatawan, hal tersebut cukup merepotkan.
Tour guide di Museum Sangiran, Darmadi mengaku banyak menerima keluhan dari wisatawan, bagi mereka yang sudah lansia.
Dimana wisatawan lansia merasa keberatan karena harus berjalan lagi sejauh kurang lebih 50 meter, dari Gerbang masuk menuju ruang display.
"Yang pengunjung sepuh itu merasa terlalu berat, bukan karena di ongkosnya, jauhnya itu, nanti kan turunnya di luar Museum, jalan lebih jauh lagi," katanya kepada TribunSolo.com.
"Jadi edukasi pelaku wisata perlu ditingkatkan, terus cara penyambutan tamu, yang jelas selama ini tamu enjoy langsung parkir di dalam, sekarang keberatan harus ojek PP Rp 6 ribu," terangnya.
Imbas dari aturan tersebut mulai dirasakan pedagang dan pemilik warung di kawasan Museum Sangiran.
Baca juga: Nasib 200 Tenaga Honorer Museum Sangiran Sragen, Berharap Diangkat PPPK, Malah Terancam Nganggur
Salah satunya dirahasiakan Warsono, pemilik warung di dalam kawasan Museum Sangiran.
"Yang pertama UMKM bangkrut, karena enggak bisa berkembang, UMKM entah itu warung, entah suvenir, karena tidak ada pengunjung," jelasnya.
"Pengunjung sendiri juga resah, karena saya bawa motor kok disuruh ngojek, ya itu jadi dua problem yang menjadi keluh kesah warga Sangiran," tambahnya.
Menurutnya, karena adanya ojek wisatawan tidak leluasa berkunjung ke Museum Sangiran.
Pria Ini Nekat Curi Sepeda Motor Milik Pacar Sendiri di Sragen, Modus Duplikat Kunci, Ketahuan CCTV |
![]() |
---|
Cerita Warga Gondang Sragen Diduga Keracunan Setelah Makan Rendang di Hajatan : Dagingnya Alot |
![]() |
---|
Ban Selip saat Hujan di Jalan Tol Solo-Ngawi, Pajero Terjun Bebas ke Selokan, 3 Orang Terluka |
![]() |
---|
Senyum Penjual Jajanan Kiloan di Sragen : Jelang Lebaran Dibanjiri Pembeli, Omzet Naik 100 Persen |
![]() |
---|
Siap-siap, Harga Sayuran di Sragen Akan Naik Seminggu Jelang Lebaran: Cabai Bisa Sentuh Rp50 Ribu/Kg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.