Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Kebijakan Parkir di Terminal Rugikan Pedagang Museum Sangiran, Pembeli Jadi Sepi

Wisatawan mengeluhkan kebijakan parkir di Objek Wisata Sangiran. Sebab, mereka tidak bisa masuk ke lokasi dalam museum dan harus parkir di terminal.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Wisatawan berjalan memasuki gerbang masuk wisata Museum Sangiran, Rabu (11/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kebijakan parkir di Kawasan Objek Wisata Sangiran kini disoal para pedagang suvenir dan pemilik warung. 

Dimana saat ini, wisatawan tidak bisa lagi parkir di dalam area Museum Sangiran

Melainkan, mereka harus parkir di terminal yang lokasinya berada di samping Balai Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen atau berjarak 400 meter. 

Wisatawan bisa memanfaatkan shuttle atau ojek yang disediakan warga, dengan merogoh kocek Rp 6.000/orang untuk pulang pergi.

Tentu saja, bagi sebagian wisatawan, hal tersebut cukup merepotkan.

Tour guide di Museum Sangiran, Darmadi mengaku banyak menerima keluhan dari wisatawan, bagi mereka yang sudah lansia. 

Dimana wisatawan lansia merasa keberatan karena harus berjalan lagi sejauh kurang lebih 50 meter, dari Gerbang masuk menuju ruang display. 

"Yang pengunjung sepuh itu merasa terlalu berat, bukan karena di ongkosnya, jauhnya itu, nanti kan turunnya di luar Museum, jalan lebih jauh lagi," katanya kepada TribunSolo.com.

"Jadi edukasi pelaku wisata perlu ditingkatkan, terus cara penyambutan tamu, yang jelas selama ini tamu enjoy langsung parkir di dalam, sekarang keberatan harus ojek PP Rp 6 ribu," terangnya.

Imbas dari aturan tersebut mulai dirasakan pedagang dan pemilik warung di kawasan Museum Sangiran.

Baca juga: Nasib 200 Tenaga Honorer Museum Sangiran Sragen, Berharap Diangkat PPPK, Malah Terancam Nganggur

Salah satunya dirahasiakan Warsono, pemilik warung di dalam kawasan Museum Sangiran

"Yang pertama UMKM bangkrut, karena enggak bisa berkembang, UMKM entah itu warung, entah suvenir, karena tidak ada pengunjung," jelasnya. 

"Pengunjung sendiri juga resah, karena saya bawa motor kok disuruh ngojek, ya itu jadi dua problem yang menjadi keluh kesah warga Sangiran," tambahnya. 

Menurutnya, karena adanya ojek wisatawan tidak leluasa berkunjung ke Museum Sangiran.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved