Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Petani Tomat di Boyolali Nangis Sejadi-jadinya : Harga Sempat Rp 22 Ribu, Kini Cuma Rp 2 Ribu per Kg

Harga tomat di pasaran Kabupaten Boyolali sempat melambung tinggi, tetapi kini sebaliknya.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Petani tomat di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali baru saja memanen hasil pertaniannya. Kini harga tomat merosot tajam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO. COM, BOYOLALI - Harga tomat di pasaran Kabupaten Boyolali sempat melambung tinggi.

Harganya sempat tembus Rp 22 ribu per kilogram, tetapi kini porak-poranda.

"Harganya kini kisaran Rp 2.000-2.500 per kilogramnya," kata petani di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Mujianto kepada TribunSolo.com, Minggu (22/1/2023).

Berubah-ubahnya harga tomat bukan kali ini saja terjadi.

Cukup sering menimpa petani.

Tak hanya tomat saja, wortel kembali bernasib sama.

Harganya terus menurun. Dari Rp 7 ribu per kilogram menjadi Rp 5 ribu.

"Saat ini hanya Rp 1.500-Rp 2 ribu per kilogram. Harga segitu pun petani sudah kesulitan untuk menjual hasil panennya," jelasnya.

Sulitnya menjual wortel ini bisa karena pasokannya melimpah dan permintaan berkurang atau tetap.

Baca juga: Harga Tomat Menggila, Petani Boyolali Ungkap Penyebab Harga Naik Tinggi: Tanaman Rusak

Baca juga: Petani Boyolali Menjerit, Setelah Tomat Tak Laku, Giliran Harga Cabai Terus Merosot  

Dia menyebut harga jual buncis juga bernasib sama.

Harga jual buncis di tingkat petani dari Rp 5 ribu, saat ini tinggal Rp 2 ribu per kilogram.

"Kalau lombok (cabai) dari petani masih stabil harganya. Antara Rp 20-30 ribu per kilogram," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved