Berita Boyolali Terbaru
Kera Masih Jadi Ancaman Warga di Lereng Merapi, Kini Ada Wacana Lepas Liarkan Burung Hantu
Ada puluhan ribu monyet yang tersebar di empat kecamatan. Mulai dari Selo, Cepogo, Musuk serta Tamansari.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kera masih menjadi masalah bagi warga lereng Merapi.
Tak hanya di wilayah atas saja, wilayah lereng Merapi yang ada di bawah juga terdampak.
Salah satunya Yanto yang merupakan warga Dusun Randu, Desa Jelok, Cepogo.
Rumahnya bersebelahan dengan Kali Gandul yang merupakan aliran dari Merapi.
Kawanan kera kerap turun hingga belakang rumahnya.
Selain itu, kera-kera kerap terlihat bergelantung di pepohonan sepanjang kali.
Baca juga: Beraksi Dini Hari, Warga Boyolali Gasak Alat Cuci Motor di Sragen: Pelaku Rusak Gembok
"Ya cukup menakutkan. Kemarin lihat ada lima, kadang-kadang juga ngerusak tanaman di ladang-ladang pinggir aliran kali," kata Yanto, kepada TribunSolo.com, Rabu (25/1/2023).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Bambang Jiyanto menyebut masalah kera liar jadi pekerjaan rumah mereka.
Dia menyebut ada puluhan ribu monyet yang tersebar di empat kecamatan.
Mulai dari Selo, Cepogo, Musuk serta Tamansari.
Keberadaan monyet liar tersebut memang meresahkan masyarakat.
Baca juga: Mulai Layani Vaksinasi Booster Kedua, Dinas Kesehatan Boyolali Akui Stok Masih Terbatas
Karena kerap merusak lahan pertanian warga.
"Kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait. Penanganannya memang sulit," kata Bambang.
Ada solusi yang disiapkan oleh Dispertan meski masih sebatas wacana hingga kini.
Yakni melepasliarkan burung hantu.
"Tapi ada wacana untuk menyebar burung hantu yang diharapkan bisa memangsa anakan monyet. Guna menekan populasinya. Tapi ini masih perlu dikaji lagi untuk penanganan yang tepat seperti apa," pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.