Berita Boyolali Terbaru
Dukuh di Boyolali Ini Dinamai Pacaran, Warga Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Asmara
Ada nama dukuh yang unik di Boyolali, dukuh ini bernama pacaran. Tapi bukan berarti karena banyak yang pacaran, namun karena banyak tumbuhan pacar.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Mendengar kata Pacaran, pikiran kita langsung tertuju pada hubungan cinta dua insan manusia yang belum menikah.
Tapi di Boyolali, nama Pacaran itu justru menjadi nama sebuah dukuh atau kampung.
Tapi tunggu dulu, nama itu tak ada kaitannya dengan asmara sama sekali.
Penamaan dukuh yang ada di Desa Jatirejo, Kecamatan Sawit, Boyolali ini sama seperti proses pemberian nama Kampung atau dukuh lainnya.
Yakni berkaitan dengan kondisi alam yang ada di suatu tempat.
Dimana, banyak nama dukuh yang diambil dari hal itu.
Seperti nama Tegalsari, Gumukrejo, Tegalrejo, yang semua itu mencerminkan kondisi geografis saat itu.
Sebuah pemukiman kecil yang dinamai Pacaran ini pun sama.
Sri Harjini, mendapatkan cerita tutur turun temurun dari ayahnya.
Dimana, saat itu banyak tumbuhan Pacar yang tumbuh subur di wilayah ini
"Jadi nama pacaran itu bukan yang itu. Tapi dulu itu di sini banyak pohon Pacarnya," jelasnya kepada TribunSolo.com, Minggu (29/1/2023).
Tumbuhan Pacar yang sangat banyak itu pun menjadi tanda sebuah wilayah yang ada di sebelah timur Desa Kemasan ini.
Akhirnya banyak masyarakat yang saat itu menandai wilayahnya ini sebagian Pacaran.
"Karena banyak pohon Pacarnya, maka masyarakat saat itu supaya gampang menyebut sebuah wilayah ini sebagai Pacaran," tambahnya.
Nama Dukuh Pacaran ini sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.
Sebuah wilayah kecil ini pun akhirnya menjadi sebuah kawasan pemukiman penduduk.
Baca juga: Misteri Makam Mbah Gajah di Klaten, Asal Muasal Pantangan Terjadinya Pernikahan Antar Dua Dukuh
Saat ini, ada sebanyak 41 KK dengan 36an rumah yang berdiri di atas tanah Dukuh Pacaran.
Dukuh Pacaran ini sendiri hanya ada satu RT yakni RT 11, RW 3.
Uniknya nama dukuh ini pun mengundang perhatian dari warga lain.
Tak sedikit warga dari luar wilayah Sawit yang melintas kemudian berhenti lalu mengabadikan momen bersama papan nama Dukuh Pacaran yang ada di depan rumahnya itu.
"Banyak yang foto selfie di plakat papan nama. Kadang saya yang dimintai bantuan untuk memotret," ujar tokoh perempuan ini.
Banyaknya orang yang tertarik dengan nama Dukuh ini pun menjadikan warga yang usul untuk dibuatkan papan nama atau gapura yang estetik.
"Sudah ada usulan soal itu. Tapi belum bisa terealisasi," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.