Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Kisah Sukses Eks Buruh Pabrik Banting Setir Jualan Sate 'Tasus' di Sambi, Sebulan Omzetnya Rp45 Juta

Rata-rata sebanyak 3 ribu sate Tasus bikinannya ludes tiap hari. Dengan harga per tusuknya Rp500 saja, Andi bisa membawa pulang Rp1,5 juta per hari

TribunSolo.com/Tri Widodo
Andi, mantan buruh pabrik yang kini banting setir berjualan Sate Tasus di Sambi. Dalam sehari dia bisa meraup Rp1,5 juta dari berjualan sekitar 6-7 jam saja. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO. COM, BOYOLALI - Sudah sekitar 7 tahunan ini, Andi menekuni usaha Sate Tahu dan Usus (Tasus).

Tahu isi Aci dipotong dadu dan usus ayam yang dibakar dengan arang.

Diberikan bumbu khas resep bikinan sendiri.

Jualan warga Gumukrejo, Desa/Kecamatan Sambi ini terkesan receh.

Satu tusuknya hanya Rp 500.

Tapi omzetnya jangan ditanya. Sehari bisa Rp 1,5 juta.

Sate Tasus atau tahu aci dan usus di depan SDN 2 Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Sate ini murah meriah tetapi lezat.
Sate Tasus atau tahu aci dan usus di depan SDN 2 Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Sate ini murah meriah tetapi lezat. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Andi berjualan di depan SD N 2 Sambi.

Tiap harinya dia buka pukul 11.00 dan berjualan hingga 20.00 WIB.

Rata-rata sebanyak 3 ribu sate Tasus bikinannya ludes.

Jika cuaca cerah, belum sampai magrib biasanya sudah habis.

Bahkan, pembeli pun rela antre dan bolak balik datang untuk mengambil pesanannya.

Harganya yang murah serta rasanya yang nikmat, menjadikan banyak pelanggan datang ke tenda kaki limanya.

Baca juga: Kuliner Boyolali : Sate Tasus Sambi, Sehari Tiga Ribu Tusuk Ludes, Rasanya Gurih Bikin Nagih

Baca juga: Truk Pos Indonesia Kecelakaan di Jalan Sawit-Pengging Boyolali : Hantam Pahon, Sopir Lolos dari Maut

Mantan buruh pabrik itu mengatakan dalam sebulan omzetnya tembus Rp 45 juta dari jualan.

"Sebelumnya saya di utara sekitar pabrik. Tapi kemudian pindah ke depan SD ini," jelasnya.

Sebelum melakoni usaha ini, dia hanyalah seorang buruh pabrik tekstil di Solo.

Namun, karena bosan, dia pun keluar dan pilih berwirausaha.

Tapi, itu tak mudah. Berbagai usaha dagang pernah dia lakoni.

Mulai dari jualan cilok keliling, bakso bakar bahkan hingga merantau ke Jakarta.

"Ya yang namanya belum ketemu dalane (jalannya) kayak susah begitu untuk membangun usaha. Tapi setelah ketemu ya Alhamdulillah bisa lancar," jelasnya.

Terbukti, dalam waktu kurang lebih 6-7 jam saja, dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp 1,5 juta.

Itu dihitung dari 3 ribu tusuk sate Tasus dikalikan Rp 500.

Dia pun memberikan semangat bagi orang yang lagi memulai usaha untuk tak mudah menyerah.

"Hambatan itu selalu ada. Tapi kita harus tetap semangat," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved