Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Terdampak Abu Vulkanik, Petani Bunga Mawar Lereng Merapi Tetap Panen: Abunya Gampang Rontok

Petani bunga mawar di lereng timur gunung Merapi tidak terdampak abu merapi. Warga cukup membersihkan dengan cara menggoyangkan tanaman.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Bunga mawar di Dukuh Gobumi, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, tetap merekah merah meski diguyur hujan abu, Selasa (14/3/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Hujan abu tipis mengguyur wilayah lereng timur gunung Merapi, Selasa (14/3/2023).

Sebagian tanaman bunga mawar yang biasa digunakan sebagai bunga tabur saat ziarah ke makam pun terpapar abu.

Sebagai informasi, wilayah lereng Merapi sisi timur mengandalkan bunga mawar untuk menyambung hidup mereka. 

Tak hanya di ladang, tanaman bunga ini pun juga banyak di tanam masyarakat di perkarangan rumah.

Guyuran abu vulkanik Merapi ini tak membuat pertanian bunga mawar ini terdampak.

"Tidak ada dampaknya bagi bunga. Cuma tipis, di goyang-goyang pohonnya saja, abunya sudah gogrok," kata Widiyanto, warga Dukuh Gobumi, Desa Mriyan.

Abu vulkanik Merapi ini juga tak membikin bunga segar rusak.

Baca juga: Dua Kali Erupsi Merapi, Hujan Abu Mencapai hingga Lereng Utara Merbabu 

Sebab, abu yang turun ini sudah dalam kondisi dingin.

"Ini cuaca mendung. Paling nanti juga hujan, jadi abunya bisa langsung hilang," ujarnya.

Seperti guyuran abu sebelumnya warga pun sebagian langsung melakukan penyemprotan air.

Penyemprotan air itu pun hanya untuk menghilangkan abu pada daunnya.

Ragil warga lainnya mengatakan, tingginya harga bunga mawar ini biasa terjadi saat musim Sadranan.

"Tadi pagi harganya per keranjang takar itu sudah Rp 250 ribu," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved