Berita Boyolali Terbaru
Gagal Panen & Pakan Ternak Terdampak Hujan Abu, Warga Desa Tlogolele Keluhkan Menipisnya Logistik
Banyak tanaman warga khususnya sayuran mengalami kerusakan akibat terkena hujan abu. Cabai kini tak bisa lagi dipanen hingga 15 kali, hanya 5 kali
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Awan panas guguran Gunung Merapi menyebabkan hujan abu di wilayah Desa Tlogolele, Boyolali, sejak Sabtu (11/3/2023).
Hujan abu itu ternyata berdampak ke hasil pertanian dan peternakan warga.
Kepala Desa Tlogolele, Sungadi mengatakan setidaknya hujan abu berdampak langsung ke pertanian masyarakat.
"Terdampak langsung ya pertanian masyarakat, sebagian besar mengalami kerusakan," ujar Sungadi kepada TribunSolo.com, Rabu (15/3/2023).
Banyak tanaman warga khususnya sayuran mengalami kerusakan akibat terkena hujan abu.
"Beberapa tanaman milik warga rusak, tanaman yang muda gagal panen, sementara yang pernah panen terjadi penuaan dini," ungkapnya.
Semisal tanaman cabai biasa.
Baca juga: Petani Tlogolele Was-was Gagal Panen Imbas Erupsi Merapi, Siasati Kurangi Masa Tanam & Panen Dini
Baca juga: Jaga-jaga Jika Merapi Ngamuk, Pemdes Tlogolele Boyolali Sudah Siapkan TPPS Buat Tampung Warga
Menurutnya cabai biasa bisa dipanen hingga 15 kali atau bahkan lebih.
Namun setelah terkena hujan abu, hanya bisa 5 sampai 7 kali panen saja.
Sementara itu pakan hijau (rumput) ternak juga terdampak.
Kini para peternak kesulitan mencarikan pakan hijau bagi ternak mereka.
"Pakan rumput juga terdampak abu, peternak juga kesulitan mendapat rumput segar," kata Sungadi.
Kebutuhan mendesak seperti logistik menurut Sungadi kini juga perlu diperhatikan.
Pasalnya tanaman warga banyak yang terdampak, sehingga hal itu secara langsung berdampak ke perekonomian warga.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.