Pak Mul Hick Gaul Meninggal
Sosok Pak Mul Pendiri Wedangan Hick Gaul Karanganyar Dimata Keluarga: Pekerja Keras, Terima Dikritik
Anak kedua almarhum, Arga Baskara (35), mengenang almarhum sebagai panutan, karena termasuk orang yang mau belajar.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
"Almarhum mempunyai program memberangkatkan umroh ke pegawainya, termasuk saya yang sudah diberangkatkan beliau," kata, adik ipar almarhum Supri (44), kepada TribunSolo.com, Minggu (2/4/2023).
Baca juga: BREAKING NEWS: Pemilik Wedangan Hick Gaul Pak Mul Meninggal, Dunia Kuliner Karanganyar Berduka
Perjuangannya untuk sampai titik saat ini tidaklah mudah.
Awalnya Pak Mul disebut Supri pernah bekerja sebagai petugas biro teknik listrik (BTL) hingga menjadi TKI di Malaysia.
Hingga akhirnya, almarhum memutuskan untuk berjualan hik hingga saat ini.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang religius dan baik dengan pegawainya.
"Dulu di sana belakang masih sawah, masih di atas trotoar, berangkat dari nol, awalnya seperti nasi bandeng, nasi oseng," ucap Supri.
Supri bercerita almarhum pada awalnya tinggal di rumahnya yang jaraknya 1 kilometer dari rumah saat ini.
Hingga pada tahun 2007, almarhum dan keluarganya pindah bersama dengan lapaknya yang tak jauh dari warung lamanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-rumah-duka-Lasno-Agung-Mulyono-di-jalan-Solo-Tawangmangu.jpg)