PHK Buruh di Karanganyar
Puluhan Buruh Geruduk DPRD Karanganyar : Ditemani KSPN, Mengadu Kena PHK Menjelang Lebaran
Kedatangan buruh ditemani Ketua Kesatuan serikat pekerja nasional (KSPN) Karanganyar, Haryanto.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Puluhan buruh menggeruduk DPRD Karanganyar, Selasa (4/4/2023).
Mereka ditemani Ketua Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Karanganyar, Haryanto.
Buruh mendatangi DPRD Karanganyar karena baru saja di-PHK padahal menjelang Lebaran.
"Yang mengkuasakan ke saya ada 92 buruh, namun dimungkinan ada lebih dari itu," ucap Haryanto kepada TribunSolo.com.
Parahnya kata Haryanto, puluhan buruh tersebut tidak menerima pesangon saat perusahaan melakukan PHK.
Dia menuturkan, alasan perusahaaan melakukan PHK terhadap buruh yaitu masalah efesiensi.
"Ada yang tidak menerima pesangon sesuai aturan yang berlaku, bahkan tidak mendapatkan sama sekali," ucap dia.
Baca juga: Isu Gelombang PHK Pelatih Mencuat Jelang Laga Chelsea vs Liverpool, Jurgen Klopp Tak Gentar Dipecat
Baca juga: Berniat Bantu Tetangga Kena PHK Akibat Pandemi, Warga Sragen Kini Malah Sukses Punya Usaha Konveksi
Haryanto mengungkapkan, jelang lebaran sering dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan PHK.
Bahkan para buruh yang akan di-PHK dijanjikan untuk dipanggil kembali setelah Lebaran.
"Hal itu tidak dibenarkan, Kami meminta kepada Pemkab Karanganyar memberikan tekanan ke perusahaan untuk memberikan hak-hak buruh yang terdampak PHK," ungkap dia.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar, Martadi mengatakan pihaknya langsung memanggil manajemen perusahaan tersebut.
Dia mengatakan, manajemen dipanggil untuk masalah tersebut bisa dirubdingkan dengan Bipartit.
"Ada 19 buruh datang ke kantor dan mengadu belum menerima pesangon, dan melakukan mediasi untuk mendapatkan hak mereka" ungkap Martadi.
Dia mengatakan buruh yang datang ke kantor berasal dari Tekstil di Kabupaten Karanganyar.
Martadin meminta ke perusahaan di Kabupaten Karanganyar untuk tidak melakukan PHK menjelang lebaran.
"Saya menghimbau kepada perusahaan, jangan ada PHK menjelang lebaran karena kasian masyarakat kita," ungkap Martadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Mereka-mengadu-karena-di-PHK-menjelang-Lebaran-buruh.jpg)