Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar

Puluhan Ribu KPM Karanganyar Terima Bantuan Beras, Bulog Surakarta Sebut Upaya Tekan Inflasi

Upaya menurunkan inflasi dilakukan pemerintah melalui pemberian bantuan berupa beras. Ini dilakukan di Kabupaten Karanganyar.

Tribunsolo.com
Ilustrasi beras: KPM di Karanganyar menerima bantuan beras dari pemerintah melalui Bulog Surakarta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemerintah berusaha untuk terus menekan inflasi. 

Salah satu caranya dengan memberikan bantuan beras. 

Seperti yang dilakukan Perum Bulog Subdivre Surakarta di Karanganyar.

Ada puluhan ribu keluarga miskin di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan beras.

Nantinya bantuan beras tersebut akan distribusikan dan rampung sebelum lebaran.

Pimpinan Cabang Bulog Surakarta, Andi Nugroho mengatakan, pihaknya menargetkan penyalurannya Selesai 17 April 2023.

"Penyaluran beras cadangan pemerintah bagi warga miskin dilakukan per bulan selama tiga bulan mulai April 2023," ucap Andi kepada TribunSolo.com, Rabu (12/4/2022).

Andi mengatakan, kegiatan ini bertujuan menekan inflasi dan membantu meringankan beban ekonomi warga kurang mampu dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri. 

Dia mengatakan, di Karanganyar, penyalurannya menyasar 73.910 keluarga penerima manfaat (KPM), dimana tiap bulan per KPM berhak mendapat beras 10 kilogram. 

"Data by name by address yang kami terima dari Kemensos, harapannya dapat disalurkan secepatnya," ungkap Andi.

"Bantuan pangan ini sudah dilaunching bapak Presiden beberapa hari lalu, tujuannya membantu keluarga kurang mampu agar dapat mengakses pangan khususnya beras," imbuh Andi.

Ia memastikan kualitas berasnya bagus meski setara medium, dengan harga Pokok Penjualan (HPP) beras tersebut dari penggilingan Rp 9.950 perkilogram.

Baca juga: Wakil Bupati Yoga Hardaya Lepas Penyaluran Cadangan Beras di Gudang Bulog Klaten untuk Ribuan KPM

Dia juga menjamin berasnya bukan stok lama, sebab, sirkulasinya terjaga. 

"Enggak ada beras lama di gudang bulog, selalu terus tersalurkan. Kalau hampir kosong sudah diisi dan disalurkan,"  katanya.

"Walaupun ada program bantuan pangan, namun gudang Bulog Solo Raya menjaga stoknya minimal 2.000 ton berada di gudang dari hasil penyerapan," tambahnya.

Sekretaris Dinas Sosial Karanganyar, Marno mengakui adanya potensi selisih data riil warga miskin di lapangan dengan data yang disajikan Kemensos. 

Dalam hal ini, peran penyuluh Satgaskin, kades dan camat sangat dibutuhkan. 

"Yang penting tersalurkan 100 persen dulu, terutama yang masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS)," kata Marno. 

Marno mewanti-wanti para penerima bantuan pangan jangan sampai menyelewengkan apalagi menjualnya.

Jika terbukti, maka haknya mendapat bantuan apapun akan dibatalkan. 

"Kami sudah berusaha tiap bulan melakukan update data kemiskinan, namun dari Kemensos, by name by address paling baru pada Maret 2022," ujar dia.

Sementara itu, penerima bantuan pangan asal Desa Ngijo, Tasikmadu, Sutini mengaku baru pertama kali mendapat bantuan pangan dari Bulog

Selama ini ia menjadi peserta program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bansos. 

"Beras sempat harganya mahal. Ini dapat bantuan beras, sangat bersyukur, semoga pemerintah terus membantu, apalagi mendekati lebaran," kata Sutini. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved