Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

Nasib Tragis Buruh Harian Lepas Asal Solo, Meninggal di Kamar Mandi Proyek Sekolah RSUHD Sragen

Awal mula korban ditemukan meninggal dunia saat saksi Tamuji hendak buang air kecil di kamar mandi.

Tribunsolo.com/Dok. Humas Polres Sragen
Tubuh korban buruh harian lepas asal Solo dievakuasi dari lokasi kejadian, di Dukuh Manggis, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Senin (17/4/2023) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang buruh harian lepas ditemukan meninggal dunia, di RT 02, RW 01, Dukuh Manggis, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Senin (17/4/2023) siang.

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi Proyek Sekolah RSUHD.

Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro mengatakan korban bernama Sukarno (63), warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

"Korban ditemukan meninggal dunia di kamar mandi oleh saksi Tamuji (61)," kata Ari kepada TribunSolo.com, Senin (17/4/2023).

Ari mengatakan korban ditemukan meninggal dunia sekira pukul 12.30 WIB.

Awal mula korban ditemukan meninggal dunia saat saksi Tamuji hendak buang air kecil di kamar mandi.

Setelah melihat korban sudah tidak bergerak, kemudian saksi Tamuji berteriak minta tolong dan datanglah saksi Mujiono (43).

"Setelah itu mereka mengecek ke lokasi kejadian dan melihat korban sudah tak bergerak," ucap Ari.

Melihat hal tersebut, Mujiono memberitahu pelapor Heru Baktiar (41).

Baca juga: Kisah Penjual Bakso di Ibukota, Bisa Mudik Gratis ke Gemolong Sragen, Hemat Uang Setengah Juta Lebih

Atas kejadian tersebut, lalu pelapor mengecek ke lokasi kejadian tersebut setelah itu melaporkan ke Polsek Masaran.

"Kemudian Petugas Polsek Masaran datang ke tkp bersama petugas PMI dari Sragen dan keluarga korban serta petugas puskesmas Masaran II," ungkap Ari.

Kemudian, dia mengatakan tubuh korban di bawa ke RSUD Sragen untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan luar jenazah yang di lakukan dokter di RSUD Sragen, pada tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.

Selain itu, keluarga korban menerima atas kejadian tersebut kemudian jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Berdasarkan keterangan dari anak korban Jahit Saputra, korban sering mengalami masuk angin dan pada saat mau berangkat kerja sakit asam urat," tutur dia.

"Keluarga korban menerima kematian korban, dengan membuat surat pernyataan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi," pungkas dia.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved