Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Lebaran 2023, Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Solo Naik 18 Kasus, Pejalan Kaki Ada Yang Jadi Korban

Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas saat momen Lebaran 2023 meningkat dibanding tahun 2022. 

Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Andreas Chris
Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Agung Yudiawan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas saat momen Lebaran 2023 meningkat dibanding tahun 2022. 

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Agung Yudiawan menyebut ada 40 kasus kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran tahun ini.

Rinciannya, 16 kasus merupakan kecelakaan tunggal, 3 kasus kecelakaan depan-depan, 4 kasus kecelakaan depan-belakang, dan 8 kasus kecelakaan depan samping. 

Kemudian ada 5 kasus kecelakaan samping-samping, 1 kasus tabrak lari, dan 3 kasus tabrak pejalan kaki. 

"Dari jumlah tersebut, 43 orang mengalami luka ringan, sedangkan 1 orang meninggal dunia," terang Agung di Ruang Traffic Management Center (TMC) Mapolresta Solo, Selasa (2/5/2023).

Ada sebanyak enam pemudik menjadi korban kecelakaan saat momen Lebaran 2023.

Sementara sisanya merpuakan warga lokal Solo. 

Baca juga: Proyek Rel Layang Joglo Jalan, Jalan Solo-Purwodadi Ditutup 3 Bulan, Gibran : Mohon Bersabar

Baca juga: Kasus Jessica-Evan di Solo : Labfor Polda Jateng Turun Tangan, Cek Keaslian Akta Nikah Hingga Paspor

Adapun jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tersebut lebih banyak 82 persen dari momen Lebaran 2022.

Di tahun 2022, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Solo sebanyak 22 kasus. 

Adapun mayoritas kasus kecelakaan yang terjadi saat momen Lebaran 2023 disebabkan karena human error. 

Riciannya, 1 kasus karena faktor mengantuk atau lelah, 3 kasus karena melanggar batas kecepatan, 4 kasus karena tidak menjaga jarak, 19 kasus karena mendahului, dan 1 kasus berpindah jalur. 

Kemudian ada juga karena 1 kasus tidak memberikan lampu isyarat, 3 kasus karena tidak mengutamakan pejalan kaki, dan penyebab faktor lainnya ada sebanyak 8 kasus.  

"Jadi kurang fokus, tidak melihat rambu, karena mendahului kendaraan lain, tetapi tak melihat ada kendaraan di depannya," kata Agung.

"Jadi lebih pada human error ya," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved