Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Ini Jenis Gangguan Jiwa yang Diderita Caleg Gagal, Mulai dari Depresi hingga Skizofrenia

Ada beberapa jenis kondisi psikologis yang bisa berpengaruh pada Caleg gagal. Itu adalah depresi, cemas dan lain sebagainya.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSJD Surakarta dr. Maria Rini Indriarti. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gagal menjadi calon legislatif (Caleg) bisa berakibat pada kondisi psikologis. 

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSJD Surakarta dr. Maria Rini Indriarti menjelaskan, para Caleg yang gagal bisa terkena gangguan jiwa jika tidak mampu mengelola kekalahannya.

Ia menyebut berbagai jenis gangguan jiwa yang bisa diderita.

"Bisa muncul gangguan. Bisa gangguan cemas, depresi," jelasnya saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (10/5/2023).

Bahkan, dalam kondisi yang berat bisa terjadi skizofrenia.

Gangguan jiwa ini masuk dalam golongan psikotik, yakni kesulitan membedakan halusinasi dan realitas.

"Dalam kondisi yang lebih berat kehilangan kemampuan melihat realita. Bisa saja terjadi gangguan psikotik," terangnya.

Gangguan ini biasanya terjadi pada caleg yang tidak mampu menerima kekalahan.

Baca juga: Sepekan Dibuka, Pendaftaran Caleg Pemilu 2024 di Wonogiri Sepi, Parpol Masih Lengkapi Berkas

Sebab, untuk maju sebagai caleg, butuh dana yang tidak sedikit.

"Pengalaman kita 5 tahun yang lalu para calon ini bisa lolos bisa tidak. Kemungkinan seseorang yang tidak mampu mengelola kejiwaannya tidak bisa menerima kekalahan. Tidak sesuai harapan," tuturnya.

Pihaknya pun siap apabila di masa pemilihan nanti terdapat caleg yang mengalami gangguan untuk periksa dan mendapat penanganan terbaik.

"5 tahun yang lalu kita persiapkan andaikan ada para calon legislatif yang tidak mampu mengelola keadaan ini sehingga jatuh dalam kondisi gangguan," jelasnya.

Berkaca dari pemilu 5 tahun yang lalu, caleg yang periksa dengan kasus serupa tidak begitu banyak.

"Memang tidak banyak yang ke kami. Yang dirawat di RSJ ini. Tidak lebih dari 10," terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved