Info BPJS
Sebanyak 880.789 Jiwa Penduduk Wonogiri Telah Menjadi Peserta JKN
Dilihat dari distribusi peserta JKN berdasarkan segmentasi, capaian tertinggi berada pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) totalnya 453.374 jiwa
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Per Juni 2023, sebanyak 880.789 jiwa penduduk Kabupaten Wonogiri telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dyah Miryanti dalam Rapat Koordinasi Dengan Pemangku Kepentingan Tingkat Kecamatan Se Kabupaten Wonogiri, Senin (19/06).
Dyah mengatakan dari jumlah tersebut, persentase kepesertaan JKN di Kabupaten Wonogiri sebesar 82,04 persen.
Capaian tersebut, berdasarkan data penduduk dari Kementerian Dalam Negeri semester 2 tahun 2022, yakni 1.071.080 jiwa.
Baca juga: BPJS Kesehatan Surakarta Targetkan UHC di Karanganyar Capai 95 Persen: Butuh 58.064 Peserta Baru
Dilihat dari distribusi peserta JKN berdasarkan segmentasi, capaian tertinggi berada pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan total 453.374 jiwa.
Sedangkan, segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 190.358 jiwa, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 117.146 jiwa, PBPU dan Bukan Pekerja (BP) Pemda sebanyak 99.152 jiwa, serta BP sebanyak 20.759 jiwa.
“Dari 25 kecamatan di wilayah Kabupaten Wonogiri, delapan kecamatan telah mencapai lebih dari 90 persen, penduduknya menjadi peserta JKN. Diantaranya adalah Kecamatan Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Baturetno, Nguntoronadi, Pracimantoro, Selogiri, dan Wuryantoro,” ujar Dyah Miryanti.
Berdasarkan proses verifikasi dan validasi yang telah dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, terdapat data potensi yang sudah terdeteksi sebanyak 80.967 jiwa dari seluruh segmen kepesertaan JKN.
Dalam upaya menindaklanjuti hasil tersebut, BPJS Kesehatan beserta Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah melakukan koordinasi dan edukasi terhadap beberapa segmen.
Diantaranya dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) kepada fasilitas kesehatan dan badan usaha, serta BPJS Kesehatan telah bersurat untuk permohonan data dan penjadwalan rekonsiliasi data kepada segmen TNI.
Baca juga: BPJS Kesehatan Surakarta Gelar FGD Optimalisasi Kepesertaan JKN di Wonogiri
Sementara itu, terdapat tujuh badan usaha yang telah mendonasikan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk membiayai warga sekitarnya ke dalam Program JKN. Yakni RS Muhammadiyah Selogiri, RSU Astrini, PT. Medika Loka Wonogiri, RSU Mulia Hati Wonogiri, RS Amal Sehat Wonogiri, RS Maguan Husada, dan Optik Pranoto.
“Dari program tersebut, sebanyak 822 jiwa telah terdaftar dan ditanggung oleh masing-masing donatur,” ujarnya.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Teguh Setiyono mengatakan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan, diharapkan seluruh warga negara Indonesia telah mempunyai jaminan kesehatan melalui Program JKN.
Aturan ini menjadi dasar agar seluruh warga masyarakat di suatu wilayah mempunyai jaminan kesehatan, serta mencapai target-target kepesertaan yang telah ditentukan.
“Di tahun 2023, diharapkan kepesertaan JKN di Kabupaten Wonogiri mencapai 95 persen dari total penduduk. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk Kabupaten Wonogiri, dengan selisih jumlah capaian saat ini, memang membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/BPJS-Rapat-Koordinasi-Dengan-Pemangku-Kepentingan.jpg)