Berita Solo
PPDB 2023, Masih Ada SD di Solo Hanya Terima 3 Siswa, Pemkot Solo Pakai Hibah UEA Buat Pemerataan
Pemkot Solo akan menggunakan dana hibah Uni Emirat Arab (UEA) untuk melakukan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Solo.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menjelaskan pihaknya akan menggunakan dana hibah Uni Emirat Arab (UEA) untuk melakukan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Solo.
Menurutnya, tanpa pemerataan semacam ini, zonasi sulit diterapkan.
"Nanti (dari realisasi dana hibah) UEA (untuk) perawatannya sekian, (sekian) milyar ke pendidikan. Kita mendorong ke sekolah itu," jelasnya, Senin (10/7/2023).
Jika tidak ada pemerataan, tentu sulit mendorong murid untuk sekolah sesuai zonasi.
"Kalau tidak ada fasilitas apa pun pasti emoh kon (tidak mau diminta) sekolah ning kono (di sana)," tuturnya.
Baca juga: Per Hari Ini, Satlantas Polresta Solo Gelar Operasi Patuh Candi 2023, Apa Saja yang Diperiksa?
Ia menyatakan hal ini setelah ada kabar SD Carangan di Baluwarti baru menerima 3 murid dari jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023.
Dana ini akan digunakan untuk pengembangam pendidikan, tidak hanya jenjang SD melainkan juga SMP.
Diperkirakan bulan ini dana bisa cair.
"Ke SMP juga. Kalau Juli ini duitnya cair langsung ke dinas. Ini udah diurus Mas Tulus sama Budi Murtono," jelasnya.
Saat ini proses pencairan sedang diupayakan oleh Kepala Bapenda Surakarta Tulus Hidayat dan Kepala BPKAD Surakarta, Budi Murtono.
Baca juga: Gibran Ambil Cuti Sepekan, Teguh Prakosa Bakal Ambil Alih Tugas Wali Kota Solo Sementara
Dana hibah disalurkan melalui Kemendagri.
"Tinggal membuat regulasi. Sudah di Pemkot. Juli ini sudah transfer. Presiden sudah menyampaikan di Kemendagri. Langsung APBD," terangnya.
Ia pun tak memungkiri beberapa sekolah terpaksa tutup karena sepinya peminat.
Salah satu contoh yakni di Baluwarti dimana banyak orang tua menyekolahkan anaknya di swasta.
"Swasta ning jero Baluwarti juga. Muhammadiyah Sunan Kalijaga. Kasatriyan mati. Carangan mati. Lumbung Wetan mati," tuturnya.
Ada pula faktor lain yakni tingkat perkembangan anak yang tidak merata di semua wilayah.
"Perkembangan anak di masing-masing wilayah berbeda. Anak SD berapa," jelasnya.
(*)
Biaya Hidup di Kota Solo Murah? Simak Faktor yang Membuat Biaya Hidup di Surakarta Relatif Murah |
![]() |
---|
5 Toko Jas Hujan di Solo Jateng, Sediakan Aneka Jas Hujan Berkualitas dan Harga Bervariasi |
![]() |
---|
Nikmati Pensiun di Solo Jateng, Jokowi Banyak Tawaran jadi Juru Kampanye Calon Kepala Daerah |
![]() |
---|
Saat Kaesang Gendong Bocah Bernama Gibran, Ingatkan ke Warga Kalau Jokowi Sudah Pulang ke Solo |
![]() |
---|
Daftar Tarif Jalan Tol Solo-Klaten, Tak Lagi Gratis Mulai Besok Sabtu 2 November 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.