Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali

Warga Jatisari Boyolali Sudah Kondusif, Tambang Galian C yang Meresahkan Sudah Tutup  

Warga Desa Jatisari, Kecamatan Sambi kini bisa bernapas lega. Sebab, tambang yang menjadi sumber keresahan mereka sudah berakhir aktivitasnya.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com / Tri Widodo
Aksi protes warga Jatisari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. 

"Lima bulan cukup (untuk mereklamasi)," kata Bambang.

Apalagi sebelumnya pihaknya juga sudah mulai melakukan reklamasi seperti yang dituntutkan warga ini.

"Memang tahapannya ini (tuntutan warga) ini memang sudah kita mulai. Istilahnya nyicil. Reklamasi sudah setengah kita," tambahnya.

Pengusaha tambang asal Nogosari itu juga menambahkan meski tambangnya ditutup, namun tak mengganggu proyek strategis nasional (PSN).

Sebab kebutuhan tanah urug untuk tol Solo-Jogja tinggal sedikit.

"Berkaitan dengan PSN itu, kebutuhannya kan tinggal sedikit. Jadi, walaupun tidak di demo pun kita sebenarnya sudah mau berakhir," tambahnya.

"Karena beberapa supplier kan ada. Bukan hanya dari kita saja (suplai tanah urug untuk tol Solo-Jogja). Masih banyak kuari-kuari (tanah urug) yang lain," pungkasnya.

Sebelumnya, Bambang menyatakan jika rencananya akan mengeksploitasi tanah dari Desa Jatisari seluas 35 hektar.

Namun, baru mencapai sekitar 20 hektar, muncul gejolak di masyarakat.

Amarah warga sudah mencapai puncaknya.

Tak lagi, hanya sebatas kasak kusuk.

Gelombang protes dari ratusan masyarakat hingga penutupan tambang tak bisa dibendung lagi.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved