Berita Solo
Ramai Ganjar Copot Kepsek Gegara Pungli, Pengamat Sebut Acara Piknik Juga Perlu Disorot
Pengamat Pendidikan Kangsure Suroto menyebut potensi pungli bukan hanya di infaq, namun juga di acara piknik sekolah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo langsung mengambil tindakan pada Kepala Sekolah SMKN 1 Sale di Rembang.
Hal ini berkaitan dengan adanya aduan soal pungli Infaq di sekolah tersebut dari seorang siswa.
Buntut dari kasus ini, Kepala Sekolah tersebut dicopot.
Berkaitan dengan Pungli ini, tak hanya infaq, Pengamat Pendidikan Kangsure Suroto menilai acara seperti piknik atau study tour menjadi salah satu potensi pungutan liar (pungli).
Meski diatasnamakan perkumpulan wali murid, pungutan ini bisa memberatkan terutama bagi yang tidak mampu.
"Permendikbud 75 (tahun 2016) sudah diatur jelas terkait dengan itu. Cuma yang jadi masalah sekolah itu kreatif. Mereka-reka agar secara administratif tidak melanggar aturan," jelasnya saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (17/7/2023).
Dalam peraturan tersebut sekolah diperboleh menerima sumbangan dengan syarat tidak diwajibkan dan ditentukan jumlah maupun rentang waktu pembayarannya.
Padahal, untuk mengumpulkan dana study tour perlu ditentukan besarannya dan rentang waktunya.
"Kalau sumbangan itu boleh dilakukan oleh sekolah. Yang boleh memungut komite sekolah. Termasuk penjualan seragam dan sebagainya. Tidak boleh sekolah. Termasuk yang ngurusi piknik. Tidak ditentukan jumlahnya dan tidak ditentukan waktunya," terangnya.
Baca juga: Cegah Pungli di SMA/SMK, Cabdin Pendidikan Solo Perketat Pengawasan: Alami Pungli, Langsung Laporkan
Seringkali orang tua murid tidak berdaya menghadapi tekanan mayoritas yang menghendaki kegiatan semacam ini.
Mereka pun terpaksa memenuhi tuntutan ini agar tidak dikucilkan.
"Untuk murid yang tidak mampu harus difasilitasi sekolah. Tidak boleh orang tidak mampu menjadi korban kebijakan mayoritas. Semua sudah setuju. Tapi ada dua tiga orang yang tidak mampu akhirnya terpaksa ikut," jelasnya.
Selain itu, ada pula pungutan berkedok infaq yang ditagihkan ke tiap orang tua murid.
Mereka ditekan dengan berbagai dalih sampai akhirnya mau membayar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rokok.jpg)