Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali

Potret Pendidikan di Boyolali : 9 SMPN Sepi Peminat, Ada Yang 1 Kelas Hanya Terisi 50 Persen

Ada 9 SMP Negeri (SMPN) di Kabupaten Boyolali tidak terpenuhi kuotanya di PPDB 2023. 

Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ILUSTRASI : Siswa-Siswi SMPN di Boyolali 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ada 9 SMP Negeri (SMPN) di Kabupaten Boyolali tidak terpenuhi kuotanya di PPDB 2023

Diantaranya, SMPN 2 Selo, SMPN 2 Sambi, SMPN 2 Nogosari, SMPN 2 Klego, SMPN 2 Juwangi, dan SMPN 3 Juwangi.

Lalu ada juga SMPN 3 Simo, SMPN 2 Gladagsari, SMPN 2 Cepogo dan SMPN 3 Cepogo. 

"Misalnya di SMPN 2 Gladagsari, itu kan daya tampungnya tiga kelas. Informasi yang kami terima pendaftarnya 82 siswa. Berarti kan masih kurang 14 kursi. Kan mustinya 96 kursi," terang Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Lasno, Rabu (26/7/2023).

"Untuk yang lain, kira-kira seperti itulah, satu kelas itu kan berisi 32 siswa, tapi kelas terakhir itu hanya terisi 50 -70 persen, mungkin dari 32 kursi hanya terisi 16 sampai 20-an siswa," tambahnya,

Baca juga: Kisah 837 Jemaah Boyolali Berangkat Haji, Pulang Tinggal 834 Orang, 3 Jemaah Wafat di Tanah Suci

Baca juga: Siapa EO Konser Dont Stop Fest di Colomadu yang Nunggak Bayar Sound? Ada yang dari Boyolali

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tak terpenuhinya kuota siswa di 9 SMP itu.

Karena faktor kedekatan dan lainnya. 

Misalnya, ada kasus di beberapa daerah yang tak terjangkau zonasi lagi,  dan populasi anak di sekitar sekolah.  

"Kemudian afirmasi kita tetap mengapresiasi, memberikan slot khusus pada anak-anak dari keluarga tidak mampu, meski kami tidak bisa mengakomodir secara keseluruhan," ucap Lason.

"Karena untuk jalur afirmasi ini kami buat aturan tertulis, yaitu (Diperuntukan) anak-anak pemegang kartu Indonesia pintar (KIP). Sehingga kami belum bisa mengakomodir anak-anak dari keluarga yang bukan pemegang KIP dan program keluarga harapan (PKH)," tambahnya.

(*) 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved