Rektor UNS Diperiksa Kejati
Dengar Rektor UNS Diperiksa Kejati Jateng terkait Dugaan Korupsi, Gibran : Saya Sedih
Gibran pun berharap permasalahan yang terjadi di UNS saat ini segera berakhir.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku sedih dengan kondisi yang terjadi di Universitas Sebelas Maret (UNS) beberapa waktu ini.
Gibran pun berharap permasalahan yang terjadi di UNS saat ini segera berakhir.
Bahkan Gibran mengaku dirinya berharap segala isi yang menyeret UNS termasuk dugaan korupsi bisa segera tercerahkan.
"Iya (semoga segera berakhir)," ujar Gibran saat ditemui usai mendatangi acara pembukaan Solo Internasional Performing Art (SIPA), di Benteng Vastenburg Solo, Kamis (31/8/2023) malam.
Apa yang terjadi saat ini diharapkan oleh Gibran bisa menjadi titik terang terkait isu permasalahan yang ada di kampus UNS.
Baca juga: Sebelum Rektor, Eks Waketum MWA UNS Lebih Dulu Dipanggil Kejati Jateng
Baca juga: Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho Lempar Senyum, Setelah 7 Jam Lebih Diperiksa Kejati di Solo
"Biar semua tercerahkan dari segala carut marut yang ada di kampus," sambungnya.
Gibran pun mengaku sedih dengan kondisi UNS saat ini.
"Sedih saya," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rektor UNS Solo dipanggil oleh Kejati Jateng untuk diperiksa terkait laporan dugaan korupsi dalam rancangan kerja dan anggaran UNS tahun 2022.
Pemanggilan Jamal Wiwoho tersebut dilaksanakan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Kamis (31/8/2023) dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Solo-Gibran-Rakabuming-Raka-saat-menghadiri-SIPA-2023-Kamis-3182023.jpg)