Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali

Fauna di Merapi Tetap Bertahan di Daerah Asalnya, Tak Pindah Meski Dilontari Lava dan Terjadi Erupsi

Meski awan panas guguran Gunung Merapi terjadi terakhir kali pada 1 Maret lalu, tak ada migrasi hewan dari arah kubah lava Merapi

Tribunsolo.com/Tri Widodo
Penampakan kepulan asap dari puncak Merapi saat terjadi awan panas guguran pada Sabtu 1 Maret 2023 lalu 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Hewan memang selalu bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Erupsi gunung Merapi yang terjadi sejak 2018 memang dianggap hal yang berbahaya.

Namun, hal itu tenyata belum begitu bahaya bagi fauna yang tinggal di gunung Merapi.

Terbukti tak ada migrasi hewan dari arah kubah lava Merapi.

Hewan-hewan di taman nasional gunung Merapi (TNGM) masih berada di sisi selatan hingga barat daya.

Hal itu sesuai pengamatan Balai TNGM yang belum melihat adanya perpindahan hewan secara eksodus dari satu tempat ke tempat lain.

Beberapa waktu lalu tepat dipasang belasan kamera trap untuk meneliti fauna di Merapi.

Dari rekaman kamera itu terlihat hewan apa saja yang ada di kawasan TNGM dan sebarannya di mana saja.

Sejak status Merapi meningkat dari normal ke waspada tahun 2018, ternyata tak ada perpindahan hewan itu.

Baca juga: Mendaki Gunung Merapi Secara Ilegal, WNA Spanyol Naik Motor Rental dari Jogja ke Boyolali

Baca juga: Kata Taman Nasional Gunung Merapi soal Misteri Kampung Siluman Klaten : Sejarahnya Masih Kita Gali

Hingga statusnya jadi Siaga seperti sekarang ini, hewan-hewan itu yang ada di sebelah selatan hingga barat daya masih bertahan.

"Belum ada migrasi. Hewan-hewan ini kan cepat menyesuaikan dengan kondisi alam yang di tempati," Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi

Dia menyebut, sejauh ini kawasan TNGM masih menjadi rumah bagi habitat yang nyaman bagi hewan-hewan yang tinggal di dalamnya.

Hewan seperti Kijang, hewan-hewan dilindungi seperti Lutung Jawa, Elang Jawa, Trenggiling dan Landak dan masih banyak fauna yang hidup nyaman berada di Merapi.

Hal itu menandakan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalam TNGM ini masih lengkap.

Hanya saja untuk hewan Macan yang persebarannya dari ujung barat sampai ujung timur pulau jawa belum terlihat dalam kamera trap.

"Kami sudah pasang kamera trap ya, di beberapa tempat, belum mendapatkan (rekaman Macan)," katanya.

Meski begitu, pihaknya masih terus akan memantau kondisi hewan di Merapi.

Bahkan, pihaknya akan mengusahakan untuk penambahan kamera trap melalui program CSR.

"Karena persebarannya merata di pulau jawa, tapi di Merapi kita belum punya data tertangkap macan (gambar macan dari Kamera yang terpasang saat ini)," pungkasnya.

(*)

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved