Pemilu 2024
Viral Ganjar Pranowo Terkesan Merendahkan Profesi Jurnalis di Depan Najwa Shihab, Ganjar Blunder?
Seperti diketahui, Ganjar hadir di Grha Sabha Prama UGM, Yogyakarta untuk menyampaikan gagasan sebagai bakal capres pada Pilpres 2024.
Penulis: Tribun Network | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TRIBUNSOLO.COM - Bakal calon presiden (capres) dari PDIP Ganjar Pranowo menjadi sorotan saat berbicara di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Selasa (19/9/2023) malam.
Seperti diketahui, Ganjar hadir di Grha Sabha Prama UGM, Yogyakarta untuk menyampaikan gagasan sebagai bakal capres pada Pilpres 2024.
Baca juga: Daftar Pejabat yang Sambut Presiden Jokowi di Stadion Manahan, Ada Kapolri hingga Gibran
Pada acara tersebut Ganjar Pranowo dianggap terkesan merendahkan profesi jurnalis dan MC (master of ceremony) saat berbincang dengan Najwa Shihab di program Mata Najwa on Stage Yogyakarta bertajuk 3 Bacapres Bicara Gagasan, Selasa.
Momen ini bermula saat Ganjar Pranowo mengatakan bahwa 10 lulusan terbaik dari suatu perguruan tinggi bukan berprofesi sebagai master of ceremony (MC) atau jurnalis.
Diketahui Ganjar mengatakan itu saat berbicara tentang penyerapan tenaga kerja.
Dia kemudian menyinggung soal lulusan terbaik dari perguruan tinggi.
Menurutnya, 10 besar lulusan terbaik dari suatu kampus akan menjadi dosen bukan MC atau jurnalis.
"Mbak, sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa' jd MC?" kata Ganjar kepada Najwa Shihab.
Mendengar pernyataan tersebut, Najwa Shihab kemudian langsung meresponnya.
“Siapa Mas MC? Saya jurnalis bukan MC," bantah Najwa.
Kemudian, Ganjar membalas. “Bukan ya? Jurnalis lah kalau begitu.”
Lalu, Najwa tampak agak protes.
"Dan jurnalis adalah profesi yang membanggakan loh, Mas," timpal Najwa.
Audiens langsung bersorak mendengar tanggapan Najwa.
"Oh iya, maksud saya kalau Mbak, lulusan 10 terbaik. Kalau kemudian lulusan terbaik, kan sebuah harapan bahwa dia kembali ke kampus kemudian mengajarkan ilmunya. Itu aja sebenarnya," ujar Ganjar.
Baca juga: Mahfud MD dan Sandiaga Uno Kandidat Terkuat Bacawapres Ganjar Pranowo, PDIP Pilih Siapa?
Seperti diketahui, Ganjar hadir di Grha Sabha Prama UGM, Yogyakarta untuk menyampaikan gagasan sebagai bakal capres pada Pilpres 2024.
Ganjar tampil setelah sebelumnya bacapres Anies Baswedan tampil.
Ganjar membahas agenda yang akan dilakukannya jika terpilih menjadi presiden, seperti agenda penegakan hukum, pendidikan dan kesehatan, ekonomi digital, kebebasan berpendapat, dan tenaga kerja.
Saat berbicara tentang tenaga kerja yang menganggur, baik lulusan SMK, SMA dan perguruan tinggi, Ganjar menegaskan harus ada link and match antara dunia pendidikan dan sektor tenaga kerja, agar seluruh lulusan sekolah maupun perguruan tinggi terserap.
Pernyataan Ganjar yang dianggap blunder ini ramai diperbincangkan di media sosial Twitter (X).
Bahkan kata 'blunder' sempat menjadi trending topic, Selasa malam.
Sejumlah netizen menampilkan potongan video pernyataan Ganjar yang dianggap blunder karena merendahkan profesi MC dan jurnalis.
Hal ini juga di sorot oleh Sosiolog sekaligus mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar.
Lewat akun Twitternya @musniumar, ia menceritakan bagaimana blunder Ganjar Pranowo di acara Mata Najwa tersebut.
"Blunder GP di Mata Najwa menjadi trending topic in Indonesia di X (Twitter). Yg membuat blunder disebabkan dialog Najwa Shihab (NS) dgn Ganjar Pranowo (GP)," kata Musni Umar.
Ia kemudian menuliskan rincian dialog pernyataan Ganjar Pranowo yang disebutnya GP dan Najwa Shihab yang disebutnya NS.
"GP: Sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa' jd MC? NS: Siapa mas MC? Saya Jurnalis, bukan MC ! GP: bukan..bukan..jurnalis lah kalau begitu. NS: dan jurnalis profesi membanggakan lho mas" tulis Musni Umar.
"Dialog ini menjadi gemuruh dan bahan ketawaan mhs UGM, sehingga ramai menulis di X kata blunder. Maka jadilah kata blunder trending topic in Indonesia di X (Twitter)," ujar Musni Umar.
Baca juga: Megawati Sempat Usul KPK Dibubarkan, Ganjar Pranowo Terang-terangan Tak Setuju : Harusnya Dikuatkan
Kronologi sebelumnya
Agar pernyataan Ganjar bisa dipahami utuh, berawal dari pertanyaan Najwa Shihab berdasarkan data bahwa pengangguran terbanyak saat ini ada di jenjang yang lebih tinggi.
"Masuk kampus hanya menunda jadi pengangguran 4 tahun. Jadi sarjana tidak membuat kemungkinan kalian diterima kerja jadi lebih tinggi, Itu faktanya, itu datanya," kata Najwa.
Hal itu menurut Najwa menjadi problem Indonesia ke depannya.
"Dan bagaimana Mas Ganjar, dengan agenda Anda, ini bisa dibalik?," tanya Najwa.
Ganjar kemudian menerangkan yang diperlukan pertama kali adalah investasi.
"Gak bisa dipungkiri, investasi akan lebih banyak membuka lapangan kerja," kata Ganjar.
Tapi kata Ganjar, generasi saat ini juga banyak yang tidak mau terikat bekerja dengan perusahaan dan lebih ingin menjadi pengusaha atau entrepreneurship.
"Entrepreneurship yang mesti dibangun selama ini," kata Ganjar.
Ruang dan fasilitas untuk itulah kata Ganjar yang harus dibuka dan dipersiapkan pemerintah.
"Kita sebagai pemerintah, mari buka investasi tapi juga buka ruang entrepreneur bagi generasi muda," kata Ganjar.
Dari sana, Najwa kemudian meminta klarifikasi Ganjar saat berbicara di kampus UI soal tenaga kerja China.
Dimana Ganjar menantang orang yang meminta mengusir tenaga kerja China, untuk menggantikan mereka jika diusir.
"Karena kemudian orang ramai, mungkin juga tidak paham konteksnya. Anda meragukan kualitas SDM kita, atau apa maksud Anda, mas Ganjar," tanya Najwa.
Ganjar kemudian menjelaskan bahwa Najwa sudah menyampaikan data bahwa banyak ternyata sarjana menganggur.
Ia lalu menceritakan pernah didemo besar-besaran soal tenaga kerja asing ini, karena banyak investasi masuk dari banyak negara.
"Ramailah demo di depan. Saya lihat ada kawan-kawan buruh, ada aktifis. Teriakannya itu, 'Usir itu, usir itu'. Ada gak beritanya itu? Ada," ujar Ganjar.
Suatu ketika kata Ganjar dirinya mengundang mereka yang berdemo dan mengajak dialog.
Dalam dialog tambah Ganjar, mereka mengklaim seharusnya merekalah yang bekerja di sana dan bukan tenaga kerja asing.
"Good. Anda harus bekerja, masuk. Tes, gak lolos mbak," ujar Ganjar.
Menurut Ganjar dengan prosentase tenaga kerja yang tidak terserap, ia mengakui meragukan kualitas tenaga kerja Indonesia.
"Saya ragukan dong. Terbukti angka penganggurannya seperti itu. Masak kita masih percaya?" ujar Ganjar.
Karenanya kata Ganjar, pemerintah harus menyadarinya dan memainkan perannya.
"Vokasi harus masuk, agar kita menjadi tuan rumah di negara sendiri. Agar kita bisa bekerja sendiri. Agar kita tidak hanya menyalahkan orang lain, dan kemudian kita seolah-olah anti investasi, dan kita bicara usir mereka, usir kelompok itu, masuk pada isu Sara dan isu etnis. Gak mau mbak," jelas Ganjar.
Sebab kata Ganjar, investasi masuk ke Indonesia harus ada jaminan dari pemerintah.
Menurut Ganjar ini adalah proses panjang dan tidak ada orang yang berani menjelaskan dengan tegas, apa yang sebenarnya terjadi.
"Kenapa kemudian saya bicara, vokasi mesti disiapkan, infrastruktur pendidikan mesti disiapkan, anggaran ditambah dan guru diberi penghasilan yang baik," ujar Ganjar.
Setelah pernyataan itulah, Ganjar kemudian masuk ke pernyataannya yang dianggap blunder.
"Mbak, sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa' jd MC?" kata Ganjar kepada Najwa Shihab.
Pernyataan Ganjar langsung direspons Najwa dan terjadi dialog yang membuat Ganjar menjelaskan maksud pernyataannya.
“Siapa Mas MC? Saya jurnalis bukan MC," bantah Najwa.
Kemudian, Ganjar membalas. “Bukan ya? Jurnalis lah kalau begitu.”
Lalu, Najwa tampak agak protes.
"Dan jurnalis adalah profesi yang membanggakan loh, Mas," timpal Najwa.
"Oh iya, maksud saya kalau Mbak, lulusan 10 terbaik. Kalau kemudian lulusan terbaik, kan sebuah harapan bahwa dia kembali ke kampus kemudian mengajarkan ilmunya. Itu aja sebenarnya," ujar Ganjar.
Ini artinya Ganjar berharap 10 lulusan terbaik di perguruan tinggi kembali ke kampus untuk mengajarkan ilmunya untuk menyiapkan tenaga kerja yang mumpuni dan mampu bersaing dengan tenaga kerja lain.
Seperti diketahui tiga bakal calon presiden yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto secara bergiliran berbicara gagasan mereka di program Mata Najwa on Stage Yogyakarta pada Selasa, 19 September 2023.
Program yang dipandu oleh Najwa Shihab ini digelar di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Kesempatan ini hendak dipakai untuk menilai dari ketiga bakal calon presiden yang ada, siapa yang pantas dan layak menjadi pemimpin bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan. (bum)
(WartaKota)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.