Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kebakaran Hutan Gunung Lawu

Kebakaran Hutan Gunung Lawu, BPBD Koordinasi ke Bupati Karanganyar terkait Upaya Water Bombing

BPBD telah melakukan komunikasi dengan jajaran terkait soal kebakaran hutan di Gunung Lawu, termasuk Bupati Karanganyar Juliyatmono

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Ilustrasi water bombing untuk pemadaman kebakaran 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - BPBD Kabupaten Karanganyar sudah berupaya menaikan status tanggap darurat pasca kebakaran hutan di Gunung Lawu memasuki wilayah Kabupaten Karanganyar.

Sembari menunggu penetapan status darurat dari Bupati Karanganyar Juliyatmono, pemadaman dilakukan manual.

Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar Juli Padmi Handayani mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan jajaran terkait soal kebakaran hutan di Gunung Lawu, termasuk Bupati Karanganyar Juliyatmono.

"Kami sudah berupaya untuk secara administrasi dan secara by telepon (Bupati Juliyatmono) untuk komunikasi, itu adalah usaha kita bersama untuk ke arah pemadaman," kata Juli.

Juli mengatakan, pesawat sudah sudah terbang dari Jakarta ke Jawa Timur sejak pagi tadi.

Meski demikian, pihak mengaku belum mengetahui pergerakan water bombing ke Jawa Timur.

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Lawu Bertambah Luas Dua Kali Lipat, Jadi 20 Hektare

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Lawu, BPBD Sebut Rencana Status Tanggap Darurat Tunggu Bupati Juliyatmono

"Tadi saya dapat berita dari Jakarta, pesawat tadi pagi sudah ke Jawa Timur. Untuk pergerakan kami belum tahu. Besok atau kapan belum bisa memberikan jawaban," ungkap dia.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan pihaknya sudah menerjunkan ratusan personel untuk memadamkan api di sana.

Dia mengatakan, ratusan personel tersebut bergerak dengan koordinasi BPBD Karanganyar.

"Tentunya kita dari kepolisian, kita sudah melaporkan ke Kaur Ops, Polda, support dari Polda Jateng yaitu mendatangkan tim SAR Brimob untuk membackup timsar dari Polres Karanganyar dan mereka langsung bergabung dengan personel yang ada, baik gabungan relawan, baik TNI-POLRI, relawan, BPBD, dan warga setempat," kata Jerrold.

Adapun proses pemadaman api dibagi ke dalam 5 SRU.

Mereka mempunyai tugas dan peran masing-masing di sana.

"Untuk SRU 3 sudah masuk pos 4 dan sudah melakukan pemadaman secara manual," katanya.

"Laporan dari SRU 4 dibawah pimpinan Kapolsek titik api kalau dlihat dengan aplikasi Sipongi dan Lancang Kuning terdapat 6 hotspot dan disekitar Hargo Tiling," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved