Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Respons soal Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Kubu Prabowo-Gibran: Anak Muda Mau Mimpin Aja Diributin

Nusron Wahid mengaku, dia turut merasakan proses pemilu saat ini menunjukan bahwa Indonesia memang tidak baik-baik saja.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tangkapan layar Kompas TV
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, buka suara tentang tudingan adanya manipulasi hukum di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Minggu (12/11/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, setuju dengan narasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja yang beredar beberapa waktu belakangan ini.

Nusron Wahid mengaku, dia turut merasakan proses pemilu saat ini menunjukan bahwa Indonesia memang tidak baik-baik saja.

"Kalau kemudian ada pihak-pihak tertentu yang dalam pidatonya mengatakan misal Indonesia tidak sedang baik-baik saja, proses pemilu ini tidak sedang baik-baik saja kan begitu kan."

"Ya saya katakan, Ya memang tidak baik-baik saja," kata Nusron saat jumpa pers di rumah relawan Prabowo-Gibran di Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Senin (13/11/2023).

Baca juga: Gerindra Berharap Prabowo-Gibran Dapat Nomor 2 pada Pengundian KPU, Ini Alasannya

Sebab menurut Nusron Wahid, calon yang diusungnya yakni Gibran Rakabuming Raka selalu dipersoalkan oleh pihak lain.

Dia lantas menyinggung mayoritas pemilih saat ini yakni berasal dari generasi muda.

"Di mana baik-baik, wong ada anak muda mau tampil menjadi pemimpin aja diributin, gimana baik-baik saja."

"Harusnya kalau Indonesia itu baik-baik saja, justrunya karena mayoritas pemilih itu adalah usia muda."

"Justru kita memberikan kesempatan dan karpet merah serta memberikan kesempatan yang luas kepada anak muda, saya kira itu," kata Nusron.

Baca juga: Seluruh Berkas Sudah Lengkap, Pengundian Nomor Urut Pasangan Capres-Cawapres Dilakukan Hari Ini

Adapun ungkapakan bahwa Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja berasal dari sejumlah kalangan yang mengecam pencalonan Gibran sebagai cawapres.

Beberapa orang menyebyt majunya Gibran yang diiringi dengan keputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai ancaman kemunduran demokrasi.

Salah satunya diutarakan oleh eks aktivis 98 Petrus Hariyanto yang menggugat KPU ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena menerima pendaftaran pasangan Prabowo-Gibran.

"Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kita menyaksikan demokrasi ditarik mundur lagi," kata Petrus. 

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved