Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Respon PKB Terhadap Pelaporan Pantun Cak Imin yang Diduga Curi Start Kampanye: Ingin Cari Sensasi

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai laporan terhadap Cawapres Koalisi Perubahan itu salah alamat dan cari sensasi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Erlangga Bima Sakti
Tribunnews/JEPRIMA
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menunjukkan nomor urut 1 saat pengambilan nomor urut Capres dan Cawapres 2024 di halaman Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023). Hasil pengundian nomor urut pasangan Capres dan Cawapres yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendapat nomor 1, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat nomor urut 2, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapat nomor urut 3. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNSOLO.COM - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merespons dilaporkannya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang diduga berkampanye sebelum waktunya.

Laporan yang dimaksud adalah pantun Cak Imin usai pengundian nomor urut capres-cawapres di Kantor KPU beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai laporan terhadap Cawapres Koalisi Perubahan itu salah alamat dan cari sensasi.

Baca juga: Momen Kaesang Dikira Gibran oleh Warga di Pontianak: Saya Ketua Partai, Bukan Cawapres

"Tapi silakan saja, sekalian adukan KPU dan Bawaslu. Kenapa KPU memberikan waktu untuk sambutan dan Bawaslu juga tidak menegurnya," kata Jazilul kepada wartawan, Sabtu (18/11/2023).

Pihaknya menganggap pelaporan itu bertujuan menyudutkan salah satu kandidat. Dia menyinggung saat itu semua paslon berfoto dengan menunjukkan nomor urut masing-masing.

"KPU pula yang meminta berpose dengan nomor urut. Sekalian laporkan yang baca doa yang mengakibatkan hadirin mengucap AMIN... AMIN... AMIN ketika doa dibacakan," kata dia.

Dia berharap Bawaslu tidak menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca juga: Buntut Pantun Diduga Memuat Ajakan Memilih, Mahfud MD dan Cak Imin Kini Dilaporkan ke Bawaslu

"Karena ini hanya ingin cari sensasi dan menyudutkan pasangan tertentu, apalagi soal pantun, pantun itu metafora," ujarnya.

Pantun yang diucapkan oleh cawapres Cak Imin ketika menutup sambutan saat agenda penentuan nomor urut peserta Pilpres 2024 dilaporkan oleh Advokat Pengawal Demokrasi (APD).

Berikut Pantun Cak Imin:

Ke Mamuju, jangan lupa pakai sepatu

Kalau ingin mau, pilih nomor satu (*)

 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved