Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Anies-Cak Imin Didukung Ijtima Ulama, Nasdem dan Pengamat Bicara Peluang Peningkatan Elektabilitas

Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Idris Sandiya pun buka suara soal dukungan Ijtima Ulama tersebut.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews/JEPRIMA
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menunjukkan nomor urut 1 saat pengambilan nomor urut Capres dan Cawapres 2024 di halaman Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023). Hasil pengundian nomor urut pasangan Capres dan Cawapres yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendapat nomor 1, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat nomor urut 2, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapat nomor urut 3. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres cawapres) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapat dukungan dari Ijtima Ulama.

Dukungan dari para ulama membuat citra Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon yang membawa suara umat Islam kian menguat.

Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Idris Sandiya pun buka suara soal dukungan Ijtima Ulama tersebut.

Baca juga: Besok, Anies & Cak Imin Akan Datang ke UMS, Hadiri Undangan Dialog PP Muhammadiyah

Dia meyakini dukungan ini akan memperkuat pasangan AMIN menguasai suara, khususnya di Jawa Barat pada Pilpres 2024 nanti.

"Dukungan para ulama melalui Ijtima Ulama tentu akan semakin memperkuat pasangan AMIN memenangkan suara Pilpres 2024, terutama nanti di Jawa Barat," ujarnya, Selasa (21/11/2023).

Idris menilai Jawa Barat adalah salah satu target lumbung suara pasangan AMIN. 

Menurutnya, dukungan Ijtima ulama ini diyakini akan berdampak besar pada pemenangan pasangan AMIN di Jawa Barat.

"Semakin banyak elemen masyarakat mendukung pasangan AMIN tentu sangat baik, termasuk dukungan dari hasil  Ijtima ulama," katanya.

Baca juga: GNPF hingga PA 212 Dukung Anies-Cak Imin, Ijtima Ulama Sodorkan 13 Pakta Integritas Sebagai Syarat

Idris juga menegaskan jika hasil Ijtima’ ulama ini sebagai bentuk restu dan doa kepada pasangan Amin agar menjadi Pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi seluruh bangsa.

“Hasil Ijtima ini tentu bisa dimaknai bahwa pasangan Amin tidak hanya sekadar mendapat restu dan dukungan, tapi juga doa agar bisa menjadi pemimpin."

Pengamat politik Herry Mendrofa poun menilai bisa saja ijtima ulama itu berpengaruh karena setidaknya dukungan ini dalam konteks konfigurasi politik berasal dari Islam tradisional.

Hal itu bermakna segmentasi jelas akan mengeruk elektoral dari sisi ini.

Baca juga: PDI-P Akui Mulai Jalin Komunikasi dengan Anies dan Koalisinya, Hasto: Karena Merasakan Hal yang Sama

"Hanya saja perlu diperhatikan bahwa dukungan dari kelompok ini bisa saja membuat blunder politik jika manajemen kampanyenya keliru, hal ini karena dipengaruhi oleh citra kontraproduktif terhadap kelompok tersebut yang sering dikaitkan dengan politik identitas," ujarnya kepada Tribunnews.com.

"Prediksi saya justru kelompok ini jika mampu dimobilisasi pada kegiatan produktif seperti kampanye sejuk dan damai maka bukan tidak mungkin akan menggeser ceruk elektoral paslon lain yang juga ikut menggarap kelompok ini," katanya.

Dirinya mengingatkan, jika pasangan AMIN ini diperkuat oleh kelompok islam tradisional ditambah dengan islam moderat dari NU maka akan menjadi energi positif untuk bersaing ketat di Pilpres 2024.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved