Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

PP Muhammadiyah Berharap Pasangan Capres-Cawapres Berserta Pendukungnya Ciptakan Pemilu Penuh Etika

PP Muhammadiyah meminta seluruh pasangan capres-cawapres termasuk pendukungnya untuk mewujudkan Pemilu yang penuh etika.

Penulis: Tribun Network | Editor: Erlangga Bima Sakti
Istimewa/TVMu
Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si saat memberikan sambutan di Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48. 

TRIBUNSOLO.COM - PP Muhammadiyah meminta seluruh pasangan capres-cawapres termasuk pendukungnya untuk mewujudkan Pemilu yang penuh etika.

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap pemimpin bangsa dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

“Kami juga berharap bagaimana pemimpin bangsa ini ke depan dapat membawa Indonesia maju yang modern, negara besar yang berdiri sejajar, bermartabat, dan berdaulat dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju dan tidak menjadi negara yang sekadar menjadi objek investasi dan politik-politik kepentingan luar negeri yang boleh jadi tidak sesuai dengan semangat, jiwa, dan dasar-dasar konstitusi,” kata Haedar Nashir dalam sambutan via daring di Surabaya, Jumat (24/11/2023).

Baca juga: Pengamat Sebut Naif Jika Ada Pasangan Capres-Cawapres yang Klaim Bisa Menang Satu Putaran

Selain itu, Haedar Nashir berpesan agar presiden terpilih senantiasa menjaga konstitusi, Undang-Undang, serta pancasila.

Presiden terpilih, kata dia, diharapkan dapat mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan Republik Indonesia untuk dibawa menjadi negara yang berkemajuan dalam berbagai aspek secara nyata.

"Bukan berada di atas kepentingan diri, kroni, dinasti, dan kepentingan sempit lainnya. Kami berharap bahwa para capres-cawapres selain menjalankan visi, misi, cita-cita konstitusi juga dalam memimpin Indonesia ke depan benar-benar menjadi negarawan sejati," kata dia.

Haedar mengungkap menjadi presiden dan wakil presiden adalah tanggung jawab moral berat untuk mengelola seluruh potensi SDM dan SDA agar cita-cita nasional Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dapat terwujud.

Karena itu, Muhammadiyah berpandangan kontestasi pemilu bukan sekadar wahana untuk berkontestasi merebut hati rakyat dan nanti menduduki jabatan pemerintahan.

Baca juga: Safari Politik ke Kampung Nelayan di Makassar, Gibran Bagi-bagi Susu ke Anak-anak

"Tapi pada saat yang sama bagaimana jabatan pada pemerintahan ini lebih-lebih pada presiden dan wakil presiden membawa mandat yang seutama-utamanya," ujar dia.

Diketahui Muhammadiyah sebelumnya mengundah tiga pasang Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. (*)

 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved