Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kegiatan Capres Cawapres di Solo

Bahasan Pertemuan Pengurus PCNU Sragen & Gibran : Dana Abadi Pesantren Hingga Isu Radikalisme

Pembahasan isu radikalisme menjadi salah satu bahasan pertemuan calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka dan pengurus PCNU Sragen.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Septiana Ayu
Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka saat berada di kediaman Ketua PCNU Sragen, Sriyanto di Dusun Kemangi, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jumat (1/12/2023). 

Gibran mengatakan para kiai bisa turut mengawal program, agar bisa berjalan dengan baik.

Selain itu, Gibran menyebut tidak ingin melupakan para santri, dan ingin mendorong para santri untuk bisa menjawab tantangan zaman.

Baca juga: Jawaban Ganjar Ditanya Mahasiswa Apakah Akan Wariskan Kekuasaan ke Anak : Belajar Politik Dulu

"Jadi kita ingin santri yang bisa menjawab tantangan zaman, santri yang ngerti bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, karena saya yakin, yang namanya santri pintar ngaji dan dakwah," jelasnya.

"Jadi kita ingin punya santri yang benar-benar ngerti marketing online, ngerti perbankan syariah, ngerti pertanian atau perikanan yang menggunakan AI, kita juga ingin punya santri-santri yang ngerti coding dan programming, jadi kita benar-benar pingin santri bisa menjawab tantangan zaman," tambahnya.

Ketua PCNU Sragen, Sriyanto menyampaikan bahwa pesantren bisa jadi prioritas, apabila Gibran terpilih menjadi wakil presiden nanti.

Ia memberikan 3 hal yang tidak boleh dilupakan jika berkaitan dengan pesantren.

Baca juga: Gibran Terbang ke Jakarta, Sebut Bakal Hadiri Acara Pengarahan TKN dan TPD Prabowo-Gibran

"Ke depan jika diberi amanah jadi wakil presiden, kami berharap pesantren jadi prioritas, bicara pesantren bicara 3 hal," kata Sriyanto.

"Yang pertama kiai, karena biasanya kiai ini terlupakan, yang kedua santri, saya sepakatdengan ide panjenengan, menyetarakan santri di pesantren dengan generasi sekarang, dan kelembagaan, berkaitan dengan sarana prasaran sebagai penunjang eksistensi pondok pesantren," tambahnya.

Gibran pun menambahkan bahwa dirinya akan memberikan atensi khusus terhadap pesantren, dengan menjadikan pesantren menjadi lembaga Direktorat Jenderal.

"Untuk masalah-masalah dan problem di internal pesantren, termasuk kiai, masukan dari para guru dan kiai, pesantren idelanya kedepan ke level Direktorat Jenderal (Dirjen), benar-benar pesantren ada atensi khusus bisa bisa cari solusi," pungkas Gibran

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved